
MULAILAH BERSAMA ALLAH
PESTA YESUS DIPERSEMBAHKAN DI KANISAH
Lukas 2:22-40
Sahabat Rehavin Terkasih, Salam dan Bahagia!
Hari ini kita mendengar dan merenungkan kisah Yesus di persembahkan di Bait Allah. Maria dan Yosef membawa dan mempersembahkan Yesus, putra-Nya dalam Bait Allah di Yerusalem. Kisah ini mengajak kita untuk melihat persembahan diri kita dan keluarga-keluarga kita. Apa yang seharusnya saya persembahkan kepada Tuhan?
Tindakan persembahan diri dan keluarga adalah sesuatu yang mulia. Suatu persembahan bermakna syukur, terimakasih. Persembahan juga berarti ungkapan kesadaran akan sesuatu yang telah kita terima berkat bantuan Allah. Kesehatan, keluarga, pekerjaan, kesuksesan belajar, perutusan baru adalah karunia yang patut kita syukuri. Sesuatu yang sederhana, kecil, bahkan pengalaman ringan dan sepele seringkali menjadi tanda kehadiran dan bantuan Allah yang istimewa.
Lalu, bagaimana kita bisa menyatakan persembahan diri dan keluarga kita kepada Allah? Kita dapat melakukannya dengan cara-cara yang sederhana. Kita dapat memulai hari baru, aktivitas dan tugas baru dengan memohon penyelenggaraan Ilahi dalam diri kita. Santo Vinsensius pernah berkata, “Mulailah Bersama Allah.” Barangkali kita memiliki niat, intensi, yang hendak kita lakukan hari ini sebagai ungkapan persembahan diri dan keluarga. Mari kita memulainya bersama Allah. Caranya dengan berdoa pribadi, doa komunitas, doa keluarga dan terutama merayakan Ekaristi Kudus. Bila itu terjadi, kita lebih siap, lebih bergembira dalam pelayanan dan perutusan. Berkat Tuhan berlimpah.