Terang bagi Segala Bangsa

pexels-kqpho-1583582

Terang bagi segala bangsa

Pesta Yesus Dipersembahkan di Kanisah
Lukas 2:22-40 

Hari ini Maria dan Yusuf mempersembahkan Yesus di Bait Allah, sebuah tindakan sederhana namun sarat makna. Mereka menyerahkan kembali kepada Allah apa yang sesungguhnya berasal dari Allah. Di sinilah kita belajar bahwa iman sejati selalu mengarah pada penyerahan dan kepercayaan.


Simeon dan Hana adalah dua pribadi yang menanti dalam kesetiaan. Bertahun-tahun mereka hidup dalam doa, tanpa kepastian kapan janji Allah akan digenapi. Namun penantian itu tidak sia-sia. Ketika Simeon menggendong Yesus, ia melihat terang keselamatan, bahkan sebelum Yesus melakukan mukjizat apa pun.


Dalam hidup, kita sering ingin segera melihat hasil: doa cepat dijawab, masalah segera selesai. Hari ini kita diajak untuk belajar
menunggu dengan iman, percaya bahwa Allah bekerja bahkan ketika kita tidak melihat apa-apa.


Hari ini Yesus dipersembahkan sebagai terang bagi bangsa-bangsa. Hari ini pun kita diundang untuk mempersembahkan hidup kita apa adanya kepada Tuhan. Bukan kesempurnaan yang Tuhan minta, melainkan
hati yang terbuka dan siap dipakai-Nya. Sebagai Vinsensian kita juga dipanggil untuk melihat Kristus dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam orang yang menderita dan membutuhkan kasih. Dalam kesediaan itulah kita menjadi terang bagi sekitar kita.


Marilah berdoa,
“Tuhan, terimalah hidupku sebagai persembahan yang sederhana namun tulus”.

Category: