Keadilan Allah Selalu Didasarkan atas Belaskasihan (Compassion)

pexels-pedro-rebelo-pereira-337908766-32618103

Keadilan Allah Selalu Didasarkan atas Belaskasihan (Compassion)

Peringatan Wajib St. Bernardus
Mat 20:1-16a

Saudara-saudari terkasih, selamat berjumpa kembali dalam renungan kita hari ini. Injil hari ini mengisahkan perumpamaan tentang orang upahan di kebur anggur. Kerajaan Surga diumpamakan sebagai seorang tuan tanah yang pergi keluar mencari pekerja untuk kebun anggurnya. Perumpamaan ini menggambarkan Allah yang selalu rindu untuk mengumpulkan anak-anakNya untuk masuk dalam kerajaanNya. Tindakan Allah yang keluar melambangkan Kasih Allah yang tidak berhenti pada dirinya tetapi selalu dibagikan untuk keselamatan dan kebahagiaan umatNya (self-giving). Allah yang berbagi sukacita hidup tidak lelah mengumpulkan dan mengajak kita orang berdosa untuk bergabung dalam kebun anggurNya. Sejak pagi-pagi benar hingga petang, “Sang tuan tanah” mencari pekerja untuk kebun anggurNya. Setiap orang diberikan upah sesuai dengan kesepakatan awal. Kemurahan hati Allah tidak dapat kita ukur dengan akal sehat atau logika manusia. Allah dengan kehendak bebasnya, dapat memilih kepada siapa Ia menunjukkan belaskasihNya. Ini tidak berarti Ia berlaku tidak adil. Kepada semua orang, Ia memberikan apa yang menjadi haknya. Tetapi Allah juga memberikan belaskasihNya kepada orang yang sungguh setia mengikutiNya. 


Dari perumpamaan ini kita dapat merenungkan; pertama, Allah selalu mengundang kita untuk terlibat dan berpartisipasi di dalam kebun AnggurNya. Setiap orang mendapat upah. Namun, upah masing-masing pribadi tidak diukur dengan durasi waktu atau berapa lama saya bekerja bersama Allah. Berapa lama sebagai seorang imam/suster atau terlibat dalam aktivitas gereja. Akan tetapi, Allah memberikan upah berdasarkan kualitas kesetiaan kita untuk mengikuti Dia, kualitas kasih yang kita wujudkan dalam sikap, perkataan dan perbuatan dan kesetiaan kita untuk mengikuti Allah. Keadilan Allah selalu didasarkan atas belaskasihan (
compassion). Bagaimana kita mampu mewujudkan kasihNya hari ini? Semoga Roh Kudus memberikan kita kekuatan untuk berbuat kasih.

Category: