
hati-hati berpuasa
HARI BIASA
Markus 2:18-22
Untuk apa berpuasa?
Jika puasa hanya demi peraturan dan untuk cari pujian dan hanya tindakan lahiriah hal itu tidak berpengaruh positif pada kemajuan perilaku pribadi dan orang lain. Yesus menghendaki puasa yang benar yaitu yang semakin membuat manusia bersatu dengan Yesus dan sesama yang dicintai Yesus, puasa yang menyatukan manusia dengan Sang Penciptanya. Puasa itu hendaknya memiliki aspek pertobatan batin yakni kesadaran bahwa saya lemah dan berdosa dihadapan Allah dan sesama, seraya mengakui kedosaan kita dihadapan Tuhan dan sesama yang akhirnya nampak dalam perubahan yang terwujud dalam tindakan yang konkrit. Puasa yang benar harus sampai pada pertobatan pikiran, mental, kehendak dan tindakan. Dan akhirnya berpengaruh pada kepedulian kepada sesama yang miskin dan menderita seperti St. Vinsensius yang mencintai orang miskin dan menderita, hendaknya juga kita disemangati oleh-nya.