
Kini kita tidak perlu lagi
melihat “tanda”
Peringatan St. Apollinaris
Matius 12:38-42
Dalam Injil hari ini, beberapa ahli Taurat dan orang Farisi meminta Yesus menunjukkan tanda agar mereka percaya. Namun Yesus mengingatkan bahwa yang terpenting bukanlah mencari tanda, melainkan membuka hati untuk mendengarkan dan menanggapi kehendak Allah. Penduduk Niniwe bertobat karena mendengarkan pewartaan Nabi Yunus, sedangkan orang-orang yang berhadapan langsung dengan Yesus justru menolak-Nya, meskipun yang hadir di tengah mereka jauh lebih besar daripada Yunus. Sabda ini mengajak kita untuk menyadari bahwa Tuhan sering kali telah berbicara melalui berbagai kesempatan dan peristiwa sederhana dalam hidup kita.
Dalam kehidupan pelayanan, kita pun kadang memiliki sikap yang serupa. Kita menunggu “tanda” sebelum mulai melayani: menunggu waktu yang tepat, kondisi yang lebih baik, atau merasa diri sudah cukup mampu. Padahal, Tuhan telah menghadirkan tanda itu melalui mereka yang membutuhkan perhatian, kunjungan, doa, dan kasih kita. Sebagai anggota Serikat Sosial Vinsensius (SSV), kita dipanggil untuk memiliki hati yang peka melihat Kristus dalam diri sesama, terutama mereka yang miskin, menderita, dan terpinggirkan. Di sanalah panggilan Tuhan nyata, menanti jawaban kita.
Pelayanan bukan sekadar menjalankan tugas atau program, melainkan menjadi jawaban atas kasih Allah yang lebih dahulu kita terima. Ketika kita hadir dengan kasih, mendengarkan dengan tulus, dan membantu dengan rendah hati, kita menjadi tanda kehadiran Kristus bagi sesama. Karena itu, marilah kita tidak lagi menunggu tanda untuk mulai melayani, tetapi menjadikan setiap kesempatan pelayanan sebagai tanggapan atas panggilan Tuhan yang telah nyata di depan mata. Semoga setiap langkah pelayanan kita di Serikat Sosial Vinsensius (SSV) selalu lahir dari hati yang penuh iman, sehingga semakin banyak orang merasakan kasih Kristus yang hidup dan bekerja di tengah dunia.
Source featured image: https://www.ssvindonesia.org/kunjungan-lokasi-banjir-bandang-garut/