Belas Kasih Penuh Pengharapan

pexels-cottonbro-4874483

Belas Kasih Penuh Pengharapan

Hari Biasa Pekan Prapaskah II
Lukas 16:19-31

Sahabat Vinsensian terkasih, rupanya minggu prapaskah kedua ini kita digembleng oleh Tuhan untuk tidak tunduk dan hidup dalam kesombongan. Pada Injil hari ini, bagaimana kesombongan, arogansi, kecongkakan akan mendatangkan siksa neraka. Ketidakpedulian dan tidak adanya belas kasih orang kaya pada Lazarus pengemis yang sakit dan lapar ini, mengantarkan hidupnya pada siksa neraka yang tak kelihatan akhirnya.

Kisah ini juga mengajak kita sebagai vinsensian, bagaimana belas kasih dan kepedulian kita bagi sesama yang miskin dan membutuhkan. Laku tapa dan puasa kita, dituntut lebih untuk menanggalkan segala kenyamanan kita untuk turun menyapa, menyentuh, merangkul pun membawa mereka ke rumah kita untuk mendapat penghidupan yang layak. Ini juga mengajak kita dalam peziarahan membawa harapan baik bagi orang-orang miskin dan terabaikan, sehingga keadilan dan kesejahteraan dirasakan oleh semua orang.

Belajar  dari Santo Vincentius, “Dipenuhi dengan semangat belas kasih…kita memiliki kewajiban untuk melayani orang-orang yang paling papa, orang-orang yang paling terabaikan, dan yang paling dibebani oleh kesusahan baik jasmani maupun rohani.” (DBSV V, 104),  kita menyatukan diri dalam ujud Bapa Suci di masa Prapaskah ini, menyatukan dalam doa dan pengharapan akan terwujudnya dunia yang bebas dari kemiskinan dan ketidakadilan.

Category: