
Diutus dalam Kasih
Peringatan St. Bernardinus dari Siena
Yohanes 17:11b-19
Tema Injil hari ini adalah diutus dalam kasih. Dalam doa-Nya, Yesus memohon kepada Bapa agar para murid dilindungi, dikuduskan, dan tetap bersatu, meskipun mereka tinggal di tengah dunia. Yesus tidak meminta agar mereka diambil dari dunia, melainkan agar mereka dijaga dari yang jahat. Ini menunjukkan bahwa perutusan selalu terjadi di tengah kenyataan hidup yang nyata, dengan segala tantangan dan kelemahannya. Sebagai Sahabat Vinsensian, kita pun diutus untuk tetap hidup di tengah masyarakat, membawa kasih Allah melalui kehadiran dan pelayanan yang sederhana.
Diutus dalam kasih berarti siap hadir bagi sesama tanpa memilih dan tanpa syarat. Kasih yang kita hidupi bukan hanya perasaan, tapi tindakan nyata yang bersumber dari kebenaran Allah. Dalam spiritualitas Vinsensian, kasih itu tampak ketika kita mau mendekat kepada orang miskin, mendengarkan cerita mereka, dan menghormati martabat mereka. Kita mungkin tidak selalu mampu mengubah keadaan besar, tetapi melalui perhatian kecil dan kesetiaan harian, kasih Allah menjadi nyata. Di sanalah kita dikuduskan, bukan dengan menjauh dari dunia, tetapi dengan setia melayani di dalamnya.
Yesus mengutus para murid sama seperti Ia diutus oleh Bapa. Perutusan itu kini diteruskan kepada kita. Dalam keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitar, kita dipanggil menjadi saksi kasih yang menyatukan dan menguatkan. Ketika pelayanan terasa berat atau melelahkan, ingatlah bahwa kita tidak berjalan sendiri. Kasih Allah yang mengutus kita juga yang menopang kita. Marilah kita terus melangkah dengan hati yang rendah, sederhana, dan penuh kasih, agar melalui hidup kita, orang lain dapat merasakan kehadiran Allah yang peduli dan setia sepanjang perjalanan hidup mereka. Kasih yang setia ini menjadi kekuatan bersama bagi seluruh Sahabat Vinsensian Indonesia kita.