Keserakahan Membawa Kebinasaan

pexels-joao-gustavo-rezende-15265-68389

KESERAKAHAN MEMBAWA
KEBINASAAN

Peringatan Bt. Contardo Ferrini, S.S.V.P.
(Orang Kudus Vinsensian)
Lukas 12:13-21

Persoalan warisan merupakan masalah umum yang terjadi disemua lapisan masyarakat, dan budaya. Hal ini membuat orang saling menguasai, stress, memecah belah keluarga, dan bahkan seringkali terjadi pembunuhan. Dalam bacaan Injil Lukas hari ini (Luk. 12:13-21), Yesus dengan tegas menolak permintaan seorang pria untuk ikut campur tangan dalam urusan warisan dengan saudaranya. Yesus tidak ingin berperan sebagai pihak yang memecah belah. Yesus lebih memilih untuk berbicara tentang keserakahan lewat perumpamaan orang kaya yang bodoh. Mengapa Yesus tiba-tiba berbicara tentang keserakahan?

Tidak ada salahnya setiap orang untuk memiliki kekayaan, namun menjadi berbahaya dan celaka jika membuat hati kita serakah dan buta terhadap kebutuhan orang lain.  Tuhan mengajak dan menyentuh hati kita untuk menjadi kaya dihadapan-Nya, dengan hidup penuh kasih, berbagi, dan lebih mencari harta surgawi melalui perbuatan baik, iman, dan keadilan. Yesus tidak pernah menentang perencanaan dan usaha yang baik kita, namun mengingatkan kita bahwa keserakahan menjauhkan kita dari keselamatan. Orang kaya dalam perumpamaan yang dikatakan Yesus adalah cermin egoisme yang ada dalam kehidupan kita. Kita semua dipanggil untuk menempatkan Tuhan dan sesama sebagai sentral hidup kita, bukan hanya mengejar kepuasan diri semata. 


Nilai diri seseorang bukan dari apa yang dimiliki, melainkan bagaimana hidup dalam kasih karunia dan kemurahan hati. Kekayaan sejati adalah sikap hati yang kaya dalam melayani dan berbagi dengan sesama. Semoga kita tidak menumpuk harta hanya untuk diri kita sendiri, namun kita menggunakan berkat Tuhan yang kita terima untuk saling membantu. Tuhan memberkati kita.

Category: