
Mengenakan Keutamaan
Kasih (Charity)
Peringatan Wajib St. Pius X
Mat 22:1-14
Saudara–saudari yang terkasih, semoga hidup kita hari ini dipenuhi dengan berkat Tuhan dengan sukacita. Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan perumpamaan tentang perjamuan kawin. Allah kembali mengundang kita untuk masuk ke dalam perjamuan kawin. Dalam perumpamaan ini, Sang Raja yang mengadakan pesta adalah Allah dan para undangan adalah kita.
Dari perumpamaan ini kita dapat merenungkan: Pertama, Allah mengundang pertama-tama orang-orang pilihan (ay.3). Orang-orang tersebut sibuk dan menolak untuk hadir. Kemudian Allah menawarkan undangan kepada semua orang. Setiap orang diundang untuk menghadiri perjamuan yakni masuk dalam kehidupan Allah. Allah ingin agar perjamuan, dan kerajaannya sempurna. Kedua, respon setiap orang yang diundang. Setiap orang punya kebebasan untuk memilih hadir atau tidak memenuhi undangan. Allah memberi kita kebebasan dan tanggung jawab untuk setiap keputusan yang kita buat.
Dari perumpamaan ini kita melihat bahwa hadir dan menyatakan ya pada undangan Allah tidak cukup. Kita perlu menunjukkan kesungguhan hati kita untuk undangan Tuhan dengan sikap hati yang benar dan pantas. St. Gregorius Agung (dalam ‘Evangelia Homiliae, 36) menyatakan bahwa perjamuan kawin adalah perjamuan Kristus dengan GerejaNya. Pakaian pesta (garment) adalah keutamaan kasih (charity). Maka mengikuti undangan Allah tanpa memiliki keutamaan kasih adalah sia-sia. Itu sama dengan seorang pengikut Kristus tetapi tidak memiliki keutamaan kasih (charity).