
Kemuliaan Tuhan Menanti Mereka yang Setia
HARI BIASA
Markus 8:34-9:11
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajari murid-Nya tentang arti mengikuti Dia dengan memikul salib. Barangsiapa bersedia kehilangan nyawa demi Injil akan diselamatkan-Nya. Ia juga menampakkan kemuliaan-Nya kepada tiga murid terpilih di gunung, sebagai peringatan bahwa penderitaan sifatnya hanya sementara. Hal ini sejalan dengan keyakinan Santo Vinsensius a Paulo bahwa setiap pengorbanan demi orang miskin adalah jalan menuju kemuliaan Allah.
Yesus mengajarkan bahwa hanya lewat kesetiaan dalam menghadapi tantanganlah kita akan sampai pada kemuliaan. Begitu pula Santo Vinsensius yang yakin, bahwa melayani orang susah adalah cara berbagi penderitaan dengan Kristus. Walaupun berat, pengorbanan ini akan membawa kita lebih dekat pada belas kasih Allah. Penderitaan menjadi bermakna bila dilandasi iman dan kasih.
Kita diajak untuk menjalani hidup penuh pengorbanan dan belas kasih seperti yang diajarkan Yesus. Seperti Santo Vinsensius, kita dipanggil melayani sesama khususnya yang terpinggirkan dengan tulus. Bila dihadapkan dengan kesulitan, ingatlah salib sebagai jalan kemuliaan. Percayalah, seperti Yesus yang dimuliakan Bapa, demikian Bapa juga akan memuliakan mereka yang setia hingga akhir.