
Kerakusan, ketamakan dan Haus akan Kuasa Mematikan Hati Nurani
Hari Biasa Pekan Prapaskah II
Matius 21:33-34.45-46
Sahabat Vinsensian yang terkasih, di dunia yang mengagungkan kekuasaan dan kekayaan ini, membuat orang jatuh dalam dosa ketamakan dan kerakusan. Antar saudara saling bunuh karena berebut warisan, anak bunuh orang tua untuk ambil hartanya, pacar memutilasi kekasihnya untuk ambil harta miliknya, bangsa yang satu membantai bangsa lain untuk menguasai tanahnya dan sebagainya. Pun dalam hidup bermasyarakat, menggereja, hidup karya maupun berkomunitas, kadang tergoda menjatuhkan sesama untuk mencari pujian, pengakuan, dan kedudukan.
Masa prapaskah ini kita diajak lagi untuk dalam kerendahan hati menyadari panggilan kita sebagai seorang kristiani yang dipanggil dan dipercaya untuk bekerja diladangNya dan menyerahkan hasil panennya kepadaNya yaitu buah-buah kasih dalam pelayanan. Dan kita kembali diingatkan akan hakekat panggilan kita sebagai seorang kristiani seperti yang Bapa Vinsen sampaikan pada kita, “Ingatlah bahwa kita hidup dalam Yesus Kristus oleh kematian Kristus…dan agar mati seperti Yesus Kristus kita perlu hidup seperti Yesus Kristus.” (SV I, 295)
Bersatu dalam doa dan pengharapan, kita menyatukan hati bersama Sang Putra mohon rahmat kebebasan dari kerakusan, ketamakan dan haus akan kuasa/kedudukan yang mematikan hati nurani bagi semua manusia di dunia, sehingga terciptalah kedamaian, persatuan, keadilan dan kesejahteraan bersama.