Kasih yang Mempersatukan

pexels-korean-jh-30666766-7654974

Kasih yang Mempersatukan

Hari Kamis Pekan Paskah VII
Peringatan St. Kristoforus dari Magallan
 Yohanes 17:20-26

Kasih yang mempersatukan menjadi inti doa Yesus dalam Injil Yohanes 17:20-26. Ia berdoa bukan hanya untuk para murid, tetapi juga untuk semua orang yang kelak percaya kepada-Nya. Yesus rindu agar semua menjadi satu, sebagaimana Ia satu dengan Bapa. Persatuan ini bukan sekadar kebersamaan lahiriah, melainkan kesatuan hati yang lahir dari kasih. Dalam hidup sehari-hari, kita sering berbeda pandangan, latar belakang, dan cara melayani. Namun Yesus mengajak kita untuk membiarkan kasih Allah menjadi dasar persatuan kita.


Dalam spiritualitas Vinsensius, kasih yang mempersatukan selalu terwujud dalam pelayanan nyata. Kasih itu mendorong kita untuk keluar dari diri sendiri dan mendekat kepada orang miskin, sakit, dan tersingkir. Ketika kita melayani bersama, persatuan diuji dan diperdalam. Kita belajar saling memahami, saling menopang, dan saling mengampuni. Pelayanan bukan tempat mencari pujian, tetapi ruang belajar rendah hati. Di sanalah kasih Kristus mempersatukan langkah kita, meski tugas dan peran kita berbeda.


Yesus menegaskan bahwa kasih dan persatuan menjadi kesaksian bagi dunia. Orang lain dapat mengenal Allah melalui cara kita hidup bersama dan melayani bersama. Bagi Sahabat Vinsensian, persatuan adalah kekuatan dalam perutusan. Di tengah keterbatasan, perbedaan, dan tantangan pelayanan, kita dipanggil untuk tetap bersatu dalam kasih. Marilah kita menjaga hati agar tidak dikuasai ego dan kepentingan pribadi. Dengan kasih yang mempersatukan, pelayanan kita menjadi tanda kehadiran Allah yang setia, sederhana, dan penuh harapan bagi semua orang. Persatuan yang dijaga dalam kasih menjadikan komunitas kita tempat bertumbuh, saling menguatkan, dan terus setia melayani Kristus yang hadir dalam diri orang miskin setiap hari di berbagai situasi kehidupan nyata umat dan masyarakat luas yang membutuhkan kesaksian kasih Allah.

Category: