Sikap Kesiagaan

pexels-jterrazz

SIKAP KESIAPSIAGAAN

Hari Selasa Pekan Biasa XXIX
Lukas 12:35-38

Setiap kali kita menerima berita duka atau ikut melayat ke keluarga yang sedang berduka, kita akan selalu ingat dan sadar bahwa hidup kita di dunia ini hanya sementara dan tidak selamanya karena pada saatnya semua akan berakhir. Entah kita kaya atau miskin, terkenal atau biasa saja, atau apapun status sosial kita, semua pasti akan berakhir dan meninggalkan kehidupan dunia ini. Semuanya bersifat sementara. Lalu bagaimana sikap kita menghadapi hidup yang sementara ini? 


Dalam Injil Lukas hari ini, Yesus memberi pesan kepada para murid-Nya, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat, dan pelitamu tetap menyala” (Lukas 12:35-36). Pesan Yesus ini menekankan sikap kesiapsiagaan dan kewaspadaan sebagai hamba Tuhan. Kita semua diajak untuk mengenakan ikat pinggang “lambang kesiapan” dan menyalakan pelita “lambang terang iman dan perbuatan baik” supaya ketika Yesus datang, kita siap membuka pintu hati kita dan menyambut-Nya dengan sukacita. Kita juga diajak untuk mengendalikan hidup kita yang sementara ini, berguna dan menjadi berkat bagi sesama. Inilah yang Yesus inginkan dari kita bahwa saat Dia datang kita sedang berjaga-jaga. Dan Yesus juga ingin dari kita bahwa kita sedang menjalankan misi Tuhan, yakni menjadi berkat bagi sesama, dan juga menjadi sesama bagi yang lain.


Kita perlu selalu menunjukan sikap kesiapsiagaan; yakni siap sedia melayani dan bertindak seolah-olah hari ini hari kedatangan Tuhan. Ini berarti kita memiliki sikap hidup yang selalu waspada dan tidak terlelap dalam kepuasaan diri. Sikap kesiapsiagaan diri kita menunjukkan sikap yang konsisten dalam kasih kepada Tuhan dan sesama, karena hanya dengan demikian kita menjadi hamba yang berbahagia saat Tuhan datang. Tuhan memberkati kita.

Category: