
Pertobatan yang
Penuh Pengharapan
Hari Biasa Pekan Prapaskah II
Lukas 15:1-3.11-32
Sahabat Vinsensian yang terkasih, bacaan kisah Bapa yang baik atau pun kisah anak sulung dan bungsu ini adalah kisah yang begitu familiar kita dengar. Semua permenungan tentang kisah ini mempunyai sudut pandang yang beragam, bagaimana kasih dan kerahiman Allah digambarkan dengan begitu indah. Lukisan kisah ini juga dijadikan bahan meditasi dan permenungan untuk merasakan kehangatan kasih Bapa.
Sebagai peziarah pengharapan ini, kita diajak untuk merangkul semua orang yang sedang menderita, mereka yang berkekurangan, mereka yang sedang dalam kegelapan dosa, mereka yang sedang kehilangan harapan, mereka yang telah meninggalkan Allahnya untuk kita bawa kepada kerahiman kasih Allah. Kita diajak untuk melepaskan diri dari segala penilaian-penilaian yang menjauhkan dari sesama, dan mengganti dengan ketulusan hati yang membawa sesama berjalan bersama kepada jalan Allah yang memberi kelimpahan kasih dan rahmat kehidupan.
Di masa prapaskah ini, menjadi saat pertobatan untuk membebaskan diri dari keegoisan yang memusatkan segala sesuatu pada kepentingan diri sendiri (sikap si sulung) sehingga bisa bersukacita ketika tidak ada lagi sesama kita yang berkekurangan, menderita, kehilangan harapan dan terabaikan. Sambil bertobat membawa harapan akan kehidupan yang lebih baik bagi sesama dan dunia.