Waspada dan Bertanggung Jawab

pexels-mr-yin-586337898-17235406

WASPADA DAN
BERTANGGUNG JAWAB

Peringatan St. Yohanes Paulus II
Lukas 12:39-48

Menjadi orang yang selalu waspada itu bukanlah hal yang baru. Dimanapun kita berada, kita selalu waspada. Sikap selalu waspada ini membuat diri kita selalu peka, terutama dalam menghadapi berbagai godaan. Kewaspadaan terhadap berbagai godaan yang datang menimpa kita, kapan dan dimana saja. Kita mau mengikutinya atau tidak, sangat tergantung pada keputusan dan disposisi diri kita. Untuk itu, kita perlu selalu melatih kesadaran diri kita, terutama kesadaran batin kita.


Yesus dalam Injil Lukas hari ini, sungguh mengingatkan kita agar selalu waspada dalam menyikapi berbagai hal yang menghampiri kita. Apapun yang menghampiri kita; apalagi hal-hal yang mengganggu dan berbagai bentuk godaan, tidak akan mampu mempengaruhi kita, jika kita sungguh mempunyai kesadaran diri, yakni waspada. Jam berapapun tuan rumah datang, tidak menjadi masalah bagi kita, sebab kita selalu siap sedia, setia, dan terjaga. Tentu hal ini akan terwujud, jika kita selalu mengisi diri kita dengan hal-hal yang baik. Hidup yang waspada berarti hidup yang bertanggung jawab; bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Bertanggung jawab berarti kita mengembangkan segalanya menjadi lebih efektif dan berdaya guna. Hidup kita akan berdaya guna jika selalu mengisinya dengan daya yang Ilahi, sebab daya manusiawi kita rapuh, dan mudah sekali tergiur oleh berbagai bentuk godaan.


Kita sudah dipercaya dan diberi banyak; semakin banyak karunia atau berkat yang kita terima, semakin besar tanggungjawab kita untuk mengembangkannya dan berbagi kepada sesama. Pada saatnya nanti kita harus mempertanggungjawabkannya di hadapan Dia yang telah memberi segalanya. Semoga kita sungguh menjadi penjaga rumah yang baik, dan lebih kuat daripada yang diluar rumah. Dan semoga berbagai karunia yang kita terima dari-Nya mampu kita jaga, rawat, dan kembangkan sepanjang perjalanan panggilan hidup kita. Tuhan memberkati.

 

Category: