Masuk dan Tinggalah dalam Harapan yang Sejati

pexels-tiana-18128-238367

MASUK dan TINGGALAH dalam HARAPAN yang SEJATI

Oktaf Paskah
Lukas 24:13-35

Mari merenungkan injil hari ini bersama dengan tema tahun Jubileum tentang “Peziarah Harapan”, tentang “Harapan tidak Mengecewakan”. “Peziarah Harapan” tampak dalam diri dua murid yang melakukan perjalanan ke Emaus, yang mana mereka tidak sedang berada dalam semangat yang membara akan harapan yang dimilikinya tetapi justru dalam situasi kecewa karena mereka merasa harapannya telah hilang, harapannya tidak terpenuhi dalam diri Yesus, karena dalam pandangannya Yesus telah mati. Dalam kekecewaan ini tidak berarti bahwa “Harapan itu Mengecewakan” seperti yang dipikirkan oleh dua murid ini, melainkan mengalami kepenuhannya karena “Harapan yang sejati tidak akan pernah mati, harapan yang sejati tidak akan pernah pergi, harapan yang sejati tidak akan pernah mengecewakan, dan harapan yang sejati itu ada dalam pribadi Yesus”. Seperti yang tertulis dalam Bulla Paus Fransiskus bahwa “Harapan tidak Mengecewakan” menawarkan kepastian akan kasih Tuhan. St. Vinsensius dalam hal ini juga menegaskan bahwa: “Kasih karunia Tuhan tidak akan pernah mengecewakan Anda” (SV VII:203). Kepastian akan kasih Tuhan ini tampak dari kehadiran Tuhan di tengah dua murid yang sedang melakukan perjalanan ke Emaus, tampak dalam kesediaan-Nya untuk tinggal bersama mereka, tampak dalam kemurahan hati-Nya yang terungkap dalam kesetiaan-Nya menemani perjalanan mereka ke Emaus sampai pada dua murid tersebut mampu mengenali Dia yang menjadi harapan mereka.


Menjadi “peziarah harapan”, ternyata tidak selalu berada dalam keadaan penuh semangat tetapi juga memungkinkan kita berada dalam situasi yang mungkin terlihat putus asa seperti dua murid yang sedang dalam perjalanan ke Emaus. Kita mungkin pernah berada dalam situasi semacam ini, kecewa dan putus asa karena harapan kita tidak terpenuhi tetapi harapan yang sejati bukanlah tentang “keinginan-keinginanku, kebutuhan-kebutuhanku, cita-citaku, ambisiku” yang harus terpenuhi, yang kalau tidak terpenuhi melulu hanya mendatangkan kekecewaan, melainkan tentang “Rahmat Tuhan” yang menarik dan mengarahkan kita untuk bersatu semakin erat dengan Dia, mengalami kasih-Nya dan dengan demikian kita dimampukan untuk memberi kesaksian tentang Dia, menjadi tanda harapan bagi yang lainnya, dimanapun dan kapanpun.


Selamat berjuang menjadi tanda harapan melalui hal-hal kecil, sederhana dan mungkin untuk kita lakukan dengan hati yang penuh sukacita karena Dia. Tuhan memberkati!

Category: