Kristus Hadir Dalam Diri Sesama: Panggilan untuk Peduli

pexels-aminulislambulbul-32747872

Kristus Hadir Dalam Diri Sesama: Panggilan Untuk Peduli

Peringatan St. Polikarpus
Matius 25:31-46

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menggambarkan penghakiman terakhir dengan Sang Raja yang duduk di takhta-Nya, memisahkan domba dari kambing. Sebuah gambaran yang menembus hati, mengingatkan kita bahwa tolok ukur penghakiman bukan hanya doa atau ibadah, melainkan kasih yang nyata. “Ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan… ketika Aku sakit, kamu melawat Aku.” Jawaban-Nya menggetarkan: “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” Inilah inti iman kita: Yesus hadir dalam wajah mereka yang lapar, haus, asing, telanjang, sakit, dan terpenjara.

 

Kasih bukan teori, melainkan tindakan. Santo Vinsensius a Paulo menghidupi amanat ini. Ia melihat Kristus dalam diri orang miskin, bukan sekadar memberi sedekah, tetapi berpihak dengan cinta yang nyata. Baginya, kaum miskin adalah “Tuan dan Guru” nya, sebab di dalam merekalah Kristus hadir.

 

Bagaimana dengan kita, para murid Yesus yang hidup di zaman sekarang? Apakah hati kita juga terbuka bagi orang miskin? Harus diingat, di era digital saat ini, kemiskinan menjelma dalam banyak rupa, tidak hanya miskin secara materi, melainkan juga miskin pengetahuan, miskin spiritual, miskin emosional, dan miskin sosial. Mereka tidak jauh dari kita, melainkan ada di sekitar kita, di sekolah, di komunitas, di tempat kerja, di rumah sakit, di jalanan kolong jembatan, bahkan di keluarga sendiri. Mungkin juga tetangga yang kesepian, rekan kerja yang terpuruk, atau anggota komunitas atau keluarga yang kita abaikan.

 

Yesus mengundang kita untuk melihat dan bertindak. Tidak perlu menjadi pahlawan super, cukup menjadi manusia yang peka, bela rasa dan penuh empati. Sebab di balik setiap mata yang redup, setiap hati yang hancur, tersembunyi wajah Kristus yang menanti kasih kita.

 

Pesan untuk kita: Mari membuka hati, meneladani spirit Santo Vinsensius a Paulo, dan menjadikannya inspirasi kita, dan membiarkan Roh Kudus menuntun kita. Sebab apa yang kita lakukan bagi sesama yang hina, kita lakukan bagi Yesus sendiri. Amin.

 

Pertanyaan Refleksi:

  1. Apakah saya sungguh melihat wajah Kristus dalam diri mereka yang miskin, lemah, dan terpinggirkan di sekitar saya?
  2. Kasih seperti apa yang sudah saya wujudkan, selain dengan doa atau ibadah, sehingga nyata bagi sesama?
Category: