
Setia dalam Pelayanan
Hari Sabtu Pekan Paskah VII
Peringatan St. Yohana Antida Thouret SDC
(Pendiri Suster-suster Cinta Kasih)
Yohanes 21:20-25
Setia dalam pelayanan menjadi pesan Injil Yohanes, 21:20-25 hari ini. Yesus mengajak Petrus untuk tidak membandingkan dirinya dengan murid lain, tetapi fokus mengikuti Dia. Dalam hidup sehari-hari, kita pun mudah melihat pelayanan orang lain dan lupa pada panggilan pribadi. Kesetiaan lahir ketika kita tekun menjalani tugas yang dipercayakan Tuhan kepada kita.
Dalam spiritualitas Vinsensius, kesetiaan diwujudkan melalui pelayanan yang sederhana dan terus-menerus. Santo Vinsensius a Paulo adalah teladan nyata kesetiaan dalam pelayanan kepada orang miskin. Ia tidak membandingkan dirinya dengan orang lain, tetapi setia melakukan kehendak Allah dalam situasi konkret. Kesetiaan itu tumbuh dalam doa, kerja keras, dan kasih yang nyata.
Bagi Sahabat Vinsensian, Injil ini mengajak kita untuk tetap setia melayani tanpa iri atau kecewa. Setiap orang memiliki jalan pelayanan yang berbeda, namun semua dipanggil untuk mengikuti Kristus dengan penuh kasih. Kesetiaan bukan soal hasil besar, tetapi ketekunan dalam hal kecil setiap hari. Ketika kita setia, pelayanan kita menjadi kesaksian yang hidup. Marilah kita melangkah bersama, setia mengikuti Kristus dan melayani Dia dalam diri sesama, terutama orang miskin. Kesetiaan ini mungkin sunyi, tidak terlihat, dan kadang melelahkan. Namun dalam kesetiaan itulah kasih Allah bekerja dan memuliakan nama-Nya. Semoga Roh Kudus meneguhkan langkah kita agar tetap rendah hati, tekun, dan gembira dalam pelayanan setiap hari. Dengan meneladan Vinsensius, kita belajar bahwa kesetiaan kecil yang dilakukan terus-menerus membangun Gereja dan menghadirkan harapan bagi mereka yang dilayani. Kiranya hidup kita menjadi Injil yang terbaca melalui pelayanan yang setia di tengah dunia hari ini dan masa depan Gereja serta masyarakat yang kita layani dengan hati yang bersyukur selalu.