
Dengan PERCAYA, kita akan mampu melakukan apa yang DIA kehendaki untuk kita lakukan
Oktaf Paskah
Lukas 24:35-48
Hadir membawa DAMAI, inilah yang terungkap dalam penampakan YESUS kepada para murid-Nya, dimana situasi mereka saat itu sedang dalam kebingungan, keterkejutan, ketakutan, keraguan, ketidakpercayaan, dan sekaligus kegirangan. Yesus menjumpai mereka dengan penuh kelembutan dan kesabaran, hal ini tampak dari bagaimana Yesus secara bertahap menolong para murid untuk percaya akan kebangkitan-Nya, mulai dari sapaan-Nya: “Damai sejahtera bagi kamu”, kemudian menunjukkan tanda-tanda bahwa yang hadir adalah benar-benar Dia, dan membawa mereka masuk dalam kenangan akan kehadiran-Nya di tengah-tengah mereka dan akan perkataan yang pernah diucapkan-Nya. Kehadiran Yesus bukan hanya untuk menunjukkan bahwa Dia telah bangkit tetapi lebih dari itu sebagai panggilan bagi para murid untuk menjadi saksi-saksi-Nya.
Percaya kepada Dia menjadi syarat yang paling penting untuk membawa kehadiran kita sebagai saksi-saksi-Nya karena kepercayaan inilah yang akan membuat kita mampu melakukan apa yang Dia minta dari kita, yang salah satunya adalah hadir membawa damai dalam situasi-situasi sulit yang seringkali membuat orang meragukan kehadiran Tuhan dalam perjalanan hidup mereka. Dan mungkin dari antara kita ada yang pernah mengalami situasi ini, situasi dimana kita tidak mampu merasakan kehadiran Tuhan dan kemudian meragukan-Nya. Menarik, bahwa ketika merenungkan kisah dari injil hari ini, kita diajak untuk menyadari bahwa ternyata sangat perlu untuk kembali pada kenangan akan Dia disaat kita mengalami keraguan akan Dia.
Mari kita mengikuti bimbingan St. Vinsensius: “Kalian harus tunduk kepada kehendak Allah dan merasa damai, dengan harapan bahwa segalanya akan berjalan dengan baik. Karena biasanya karya Allah akan memperoleh hasil yang baik justru dalam hal yang tak memberi kepuasan kepada kita.” (DBSV III, 164-SV VIII, 317-9 Juli 1660). Tuhan memberkati.