Menjadi Tanah yang Baik

pexels-pits-riccardo-2615795-4199017

Menjadi Tanah yang Baik

Peringatan St. Sharbel Makhluf
 Matius 13:18-23

Di zaman sekarang, kita sangat mudah mendengar Sabda Tuhan. Setiap hari ada renungan di media sosial bahkan hingga misa online. Pertanyaannya bukan lagi “Sudahkah aku mendengar Sabda Tuhan?” melainkan “Apakah Sabda itu sungguh mengubah hidupku?”

 

Ketika mengikuti misa atau mendengarkan renungan, hati terasa damai dan muncul niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, ketika kembali ke rutinitas, kita mudah terpancing emosi, sibuk mengejar pekerjaan, larut dalam media sosial, atau bahkan lupa berdoa. Tanpa disadari, benih Sabda itu perlahan mengering atau tertutup oleh “semak duri” berupa kekhawatiran, ambisi, dan kesibukan hidup.

 

Yesus tidak meminta kita menjadi orang yang sempurna. Ia hanya mengundang kita untuk terus mengolah hati agar menjadi “tanah yang subur”. Tanah yang subur adalah hati yang mau mendengarkan, merenungkan, lalu mewujudkan Sabda Tuhan dalam tindakan sederhana seturut kehendak Tuhan.

 

Hari ini, mari kita bertanya pada diri sendiri: Hatiku saat ini seperti tanah yang mana? Semoga Tuhan membantu kita menjadi tanah yang baik, sehingga hidup kita menghasilkan buah kasih, damai, dan sukacita bagi banyak orang.

Category: