Nabi yang Tidak Dihargai di Tempat Asalnya

pexels-edotommo99-1636018

Nabi yang tidak dihargai
di tempat asalnya

Hari Biasa Pekan Prapaskah III
Lukas 4:24-30

Dalam Injil hari ini Yesus mengalami penolakan di kampung halamanNya sendiri. Mungkin saja kita pernah mengalami hal yang sama ketika kita berada di tempat asal kita. Pengalaman yang tidak menyenangkan ini, bertolak belakang dengan harapan kita. Kita ingin bernostalgia dan berjumpa dengan orang tertentu yang kita cintai, namun justru orang-orang tersebut menolak keberadaan kita.


Mereka menolak dengan alasan tertentu, mungkin mereka kurang mengenal kita, mungkin penampilan kita sendiri sudah berubah. Mereka menolak karena mereka memiliki kriteria yang mereka harapkan dari kita. Mereka belum bisa menerima perubahan dan tetap hidup dengan cara mereka dalam menilai seseorang.


Terhadap hal ini apa yang mesti dilakukan agar relasi dan komunikasi kita tepat berjalan dengan baik. Kita bisa belajar dari St. Vincentius, untuk mendekati mereka hendaknya kita menggunakan kaca mata mereka. Berani menunjukkan kerendahan hati dan solidaritas kita. Dalam keseharian kita juga bisa bertanya pada diri sendiri, apakah saya juga menerima Yesus yang datang pada masa Prapaskah ini. Menerima Yesus tidak cukup hanya dengan pengakuan, tetapi sungguh mencintai dengan tulus sesamanya seperti dirinya sendiri, mampu menerima saudara-saudarinya.

Category: