
KEADILAN, BELAS KASIH dan kesetiaan
Peringatan St. Ludovikus, St. Yosef dari Calasanz
Matius 23:23-26
Sering terjadi dalam hidup menggereja, ada orang yang merasa diri lebih baik dari orang lain. Ada juga yang merasa lebih berjasa karena banyak menyumbang untuk gereja. Ada pula yang merasa diri hebat, membangga-bangga diri telah banyak berkorban sehingga menganggap orang lain tidak ada artinya atau peran apapun.
Injil hari ini, Yesus dengan tegas mengecam dan mengkritik para ahli Taurat dan orang Farisi yang hanya sibuk dengan urusan ibadah, mementingkan persembahan dan persepuluhan tetapi lalai dalam keadilan, belas kasih, dan kesetiaan. Mereka hanya sibuk dengan tampilan luar saja. Disini, Yesus menyentuh dan mengingatkan sisi terdalam dari semua tindakan persembahan dan persepuluhan, bukan soal tampilan diri. Yesus mengibaratkan mereka membersihkan bagian luar cawan tetapi batinnya penuh ketamakan dan serakah. Yesus dengan tegas dengan mengatakan, “yang satu harus dilakukan, yang lain jangan diabaikan”
Keadilan, belas kasih, dan kesetiaan menjadi satu kesatuan yang utuh dalam setiap perkataan, perbuatan, dan tindakan dalam kehidupan kita. Yang satu dipraktekkan, maka yang lain jangan diabaikan. Hal inilah yang dikehendaki Tuhan dalam kehidupan kita. Bukan hanya kata-kata yang manis dan menggugah hati orang banyak, tapi perlu nyata dalam praktek hidup kita kepada sesama, terutama sesama yang lemah, termarjinal, dan terlantar atau yang membutuhkan perhatian kita. Hal ini harus nyata dalam perilaku dan perlakuan kita. Semoga hidup kita menjadi kesaksian nyata akan kasih Kristus yang hidup.