Mendengarkan dengan Hati

pexels-pixabay-414094

Mendengarkan dengan Hati

Oktaf Paskah
Yohanes 21:1-14

Sikap mendengarkan adalah sikap orang yang percaya. Sikap inilah yang diungkapkan para murid ketika diminta oleh Yesus untuk menebarkan jalanya. Kita bisa menduga situasi saat itu yaitu situasi kelelahan. Mari sejenak melihat diri, kita ingat kembali sikap seperti apa yang sering kita ungkapkan ketika mengalami kelelahan. Masihkah kita sanggup untuk mendengarkan?. Sikap mendengarkan mengungkapkan ketaatan dan ini hanya mungkin kalau kita memiliki kerendahan hati.


Para murid dalam mendengarkan Yesus di danau Tiberias, mereka belum mengenali Yesus tetapi sikap rendah hati mereka membawa mereka masuk dalam pengalaman akan Yesus sehingga mereka mampu mengenali Dia. Dalam kerendahan hati ini tampak pengosongan diri karena tanpa pengosongan diri bisa jadi ketika mereka diminta oleh Yesus untuk menebarkan jalanya, mereka akan menolak atau membantah Yesus dengan berbagai jawaban berangkat dari pengalaman mereka sepanjang hari itu.
Dalam hal ini, St. Vinsensius juga menegaskan bahwa: “Hendaknya kita mengangkat hati kepada Allah dan mendengarkan-Nya, karena satu kata yang kita terima dari Allah lebih berguna daripada seribu argumentasi dan semua perhitungan akal kita.” (DBSV V, 114)


Belajar dari pengalaman para murid bersama dengan Yesus di danau Tiberias, mari kita bersikap terbuka untuk mendengarkan dengan hati dan membiarkan karya Allah terjadi.


Teriring salam dan doa untuk semua, Tuhan memberkati!

Category: