
Mewartakan Kasih Tuhan memerlukan kesetiaan yang tulus
Penutupan Pekan Doa Sedunia
Matius 4:12-23
Dalam Injil Matius 4:12-23, kita melihat bagaimana Yesus memulai pelayanan-Nya di Galilea. Ia memanggil murid-murid pertama-Nya, Petrus dan Andreas, serta Yakobus dan Johannes, untuk meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Dia.
Yesus memanggil kita juga untuk mengikuti Dia dengan setia. Ia ingin kita meninggalkan segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengikuti Dia, dan mengikuti Dia dengan sepenuh hati.
Setia dalam menanggapi panggilan Tuhan Yesus berarti:
- Kita menerima panggilan Tuhan dengan hati yang gembira, penuh sukacita, tanpa ragu-ragu atau keberatan.
- Kita meninggalkan segala sesuatu: artinya meninggalkan hal-hal yang menghalangi kita untuk mengikuti Tuhan, seperti kekayaan, kekuasaan, atau keinginan diri sendiri.
- Kita mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati: artinya Mengikuti Tuhan, dengan komitmen dan kesetiaan yang tidak tergoyahkan.
- Kita mematuhi perintah Tuhan: artinya melakukan kehendak-Nya, bahkan jika kita menghadapi kesulitan atau tantangan.
- Kita tetap bertahan, tidak menyerah pasrah, walaupun situasi sulit, karena percaya bahwa Tuhan selalu ada bersama kita.
Contoh-contoh kesetiaan dalam Alkitab:
– Abraham yang meninggalkan tanah airnya untuk mengikuti Tuhan (Kejadian 12:1-5)
– Petrus dan Andreas yang meninggalkan jala mereka untuk mengikuti Yesus (Matius 4:18-20)
– Paulus yang meninggalkan kehidupan lamanya untuk mengikuti Yesus (Kisah 9:1-31)
Bagaimanakah cara kita agar dapat menjadi orang yang setia dalam menanggapi panggilan Tuhan Yesus?
– Hendaknya kita setia dalam berdoa dan selalu meminta bimbingan Roh Kudus
– Hendaknya kita selalu membaca dan mempelajari serta merenungkan Kitab Suci (Alkitab)
– Hendaknya kita selalu bergaul dengan orang-orang yang setia dalam hidup Rohani dan pelayanan terhadap sesama
– Hendaknya kita aktif mengikuti kegiatan paroki, komunitas, lingkungan, Komunitas Basis Gereja, kelompok kategorial gereja dan lain-lain
– Aktif melakukan pelayanan terhadap sesama
Semoga kita semakin setia dalam menanggapi panggilan Tuhan dalam setiap tugas perutusan kita masing-masing.