
AJAKAN UNTUK BERTOBAT
Hari Sabtu Pekan Biasa XXIX
Lukas 13:1-9
Dari zaman dahulu dan bahkan hingga sampai saat ini, manusia masih berpikir bahwa berbagai kemalangan, wabah penyakit, bencana alam, dan kematian dianggap sebagai hukuman Tuhan atas perbuatan atau perilaku buruk manusia; praktisnya manusia akan selalu kecenderungan untuk menilai berbagai peristiwa yang terjadi. Namun, sesungguhnya tidak semua peristiwa buruk dan tragedi yang terjadi atas manusia sebagai hukuman Tuhan. Kita tidak boleh menghakimi orang lain yang mengalami tragedi buruk apapun sebagai orang yang dihukum Tuhan. Tetapi, jika kita tetap degil hati dan tidak mau bertobat, maka kita akan beroleh kebinasaan.
Yesus dalam injil Lukas hari ini, lebih menekankan pentingnya pertobatan. Yesus menekankan kebutuhan mendesak untuk pertobatan dan untuk menghasilkan buah dari perubahan hati. Yesus dengan tegas mengatakan, “Jika kamu tidak bertobat, maka kamu akan binasa” atau dengan kata lain bahwa jika kita tidak bertobat, kita hanya pantas untuk mati. Kita juga diajak untuk tidak perlu sibuk mengurusi dan menghakimi doa orang lain, tetapi lebih kedalam diri kita sendiri, menyadari akan segala dosa kita dan bertobat. Melalui perumpamaan pohon ara, Yesus menunjukan kesabaran Allah kepada kita. Allah senantiasa menunggu dengan sabar, memberi waktu dan kesempatan kepada kita manusia untuk berubah dan berbuah.
Kita semua seperti pohon arah dalam perumpamaan Yesus, ada banyak waktu dan kesempatan diberikan kepada kita. Kita manusia sangat bergantung kepada belas kasihan dan kemurahan Tuhan. Injil hari ini sungguh mengingatkan kita supaya tidak menunda kesempatan untuk bertobat. Waktu adalah anugerah, dan setiap hari adalah kesempatan kita untuk memperbaiki diri. Tuhan sungguh mahasabar, namun pertobatan tetap tidak boleh ditunda. Mari kita luangkan waktu dan kesempatan yang diberikan kepada kita untuk mencari kehendak Tuhan, memuliakan nama-Nya, dan belajar untuk bertobat dari hari ke hari. Semoga! Tuhan memberkati kita.