Pribadi yang Tulus dan Jujur

pexels-cottonbro-10400717

PRIBADI YANG TULUS DAN JUJUR

Hari Rabu Pekan Biasa XXI
Matius 23:27-32

Berbagai pemberitaan lewat media cetak dan elektronik, kita menyaksikan betapa orang tidak mudah percaya kepada sesama, politisi, para pemimpin, ataupun instansi tertentu. Hal yang sama juga terjadi terhadap pemimpin dan lembaga agama. Hilangnya rasa percaya ini terjadi karena masyarakat menyaksikan perilaku-prilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai hidup yang diajarkan. Masyarakat butuh kesesuaian antara ucapan dan tindakan. 

 

Yesus dalam injil Matius: 23:27-32 mengecam para pemimpin yang seperti kuburan, penuh dengan tulang belulang yang berbau busuk di dalamnya. Mereka menipu orang dengan kata-kata manis. Teguran keras Yesus ini juga mengingatkan kita di zaman ini. Seringkali kita juga mengucapkan janji-janji yang kedengaran indah tapi sesungguhnya penuh kebohongan. Kebanyakan tampilan luarnya saja tapi dalamnya tidak, kelihatan suci, tapi hati penuh kepalsuan. 

 

Orang yang melakukan sesuatu dalam semangat ketulusan dan kejujuran apa adanya akan disukai orang lain, dan bahkan dihormati. Kita semua diajak untuk belajar tulus dan jujur pada diri sendiri dan sesama. Untuk itu, kita perlu membersihkan diri dari berbagai sikap yang tidak baik seperti iri hati, sombong, angkuh, kebencian dan kemunafikan. Bersih bukan hanya bagian luarnya saja, melainkan bagian terdalam diri kita. Semoga Tuhan membentuk pribadi kita menjadi pribadi yang tulus dan jujur dalam kasihNya.

Category: