
ALLAH BERKARYA DI DALAM
& MELALUI SEMUA
Hari Biasa
Markus 9:38-40
“Barang siapa tidak melawan kita, ia memihak kita.”
Dalam pelayanan tanpa disadari kita kerap berusaha menunjukkan bahwa karya kitalah yang paling baik, kelompokku lah yang paling vinsensian dan lain sebagainya. Kita kemudian menjadi eksklusif, karena merasa paling baik, paling benar, paling berhasil dan dan memandang rendah yang lain. Kita lalu mulai membatasi diri, hanya mau bergaul dengan orang-orang tertentu yang selevel, mengisolasi dan menutup diri pada kehadiran orang atau kelompok lain yang kita anggap rendah, melihat mereka sebagai saingan dan ancaman.
Dalam Injil hari ini, Tuhan mengajak kita untuk bersikap terbuka, untuk menyadari bahwa karya kasih Allah bukan hanya milik sekelompok orang tertentu saja, tetapi milik semua orang. Allah adalah Kasih. Siapapun yang melakukan karya kasih dalam hidup mereka, maka Allah ada didalamnya, tidak peduli apapun agama, suku, bahasa, golongannya. Maka kita diajak untuk tidak menjadi eksklusif yang jatuh pada kesombongan dan ketertutupan, tetapi menjadi inklusif, yang senantiasa terbuka dan menyambut. Tidak mengisolasi, tetapi berkolaborasi mewartakan kabar sukacita Allah.