
Mencintai dan Mengasihi Tuhan Dengan Perbuatan Yang Nyata
Pekan Biasa XII
Matius 7:21-29
Sabda Yesus hari ini; yang berhak masuk Kerajaan Surga bukan setiap orang yang berseru, “Tuhan, Tuhan, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga”.
Sering kita mendengar, menyaksikan begitu banyak orang yang pandai berbicara atau berkhotbah, bahkan berdiskusi tentang Tuhan dan bagaimana melakukan firman Tuhan. Banyak juga yang belajar teologi dan bergelar sarjana teologi. Ironisnya bila berhadapan dengan kenyataan di kehidupan sehari-hari mereka enggan, cuek, menghindar dengan berbagai alasan. Bahkan tingkah lakunya sangat bertentangan dengan apa yang diucapkan.
Kata Cinta (mencintai) itu lebih dimaknai sebagai perasaan terharu, simpati, empati, keinginan untuk berbuat baik dan menyenangkan dan atau membahagiakan, namun tidak menjadi kenyataan kalau tidak mewujudkannya dengan tindakan nyata berupa perbuatan konkrit. Perbuatan konkrit yang dimaksud adalah pemberian diri, tangan untuk menolong, berbagi berkat, kaki yang melangkah mendekati yang dicintai. Mengorbankan tenaga, pikiran, bakat, waktu bahkan harta benda dengan ketulusan, kerendahan hati dan kejujuran dan kesetiaan. Tindakan yang nyata inilah yang kita sebut sebagai kasih (mengasihi)
Sahabat Vinsensius yang terkasih, cinta kasih itu saling berkaitan erat. Itulah yang dikehendaki Tuhan. Bukan berhenti pada perasaan cinta melainkan harus cinta dan kasih. Cinta kepada Tuhan bukan berhenti pada menyebut Tuhan..Tuhan.., tetapi harus melakukannya dengan perbuatan nyata sesuai yang dengan kehendak Tuhan. Semoga Tuhan memberkati kita semua.