Panggilan untuk Mengikuti Kristus

pexels-victormoragriega-28576047

Panggilan untuk mengikuti Kristus

Perayaan Wajib St. Filipus Neri
Peringatan Bt. Henri Planchat, R.S.V.
(Orang Kudus Vinsensian)
Markus 10:28-31

Dalam kalimat Petrus hari ini, kita merasakan sisi manusiawi yang mendalam: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau (Mrk. 10:28).” Kalimat itu tidak diucapkan dengan hati yang dingin. Di dalamnya tersimpan ingatan, keberanian untuk melangkah, kepercayaan yang bertumbuh, dan mungkin juga pertanyaan yang tak terucap: “Apakah semua ini akan sepadan?”.


Yesus Kristus tidak menegur pertanyaan itu. Ia tidak mempermalukan keraguan. Ia justru membuka sebuah horizon baru: bahwa tidak ada satu pun yang ditinggalkan karena Dia yang tidak akan ditemukan kembali dalam bentuk yang lebih dalam, lebih luas, dan lebih bermakna. Namun, janji “seratus kali lipat” bukanlah janji yang sederhana. Ini bukan sekadar penggantian materi atau kenyamanan. Ini adalah cara Allah membalikkan cara manusia dalam memaknai kehilangan. Yang tampak seperti kehilangan, dalam tangan Allah berubah menjadi ruang kelahiran baru yaitu relasi yang lebih murni, kebebasan yang lebih jernih, dan hati yang tidak lagi bergantung pada kepemilikan. Dengan jujur, Injil hari ini mengingatkan kita bahwa Perjalanan iman bersama Kristus tidak selalu mudah atau penuh kemenangan. Ada saat-saat ketika yang ditinggalkan tetap terasa kosong. Ada momen ketika langkah mengikuti Dia tidak langsung memberi jawaban. Di titik inilah iman tidak lagi berdiri di atas perasaan, melainkan pada kesetiaan yang terus memilih untuk tetap berjalan.


Menariknya, Yesus tidak memuji pengorbanan itu seolah-olah manusia menjadi hebat karena telah meninggalkan sesuatu. Ia justru menempatkan semuanya dalam kerangka anugerah: bahwa siapa pun yang berani kehilangan karena Dia, sebenarnya sedang dipeluk oleh cara Allah bekerja, cara yang sering tidak langsung dimengerti, tetapi selalu menuju kehidupan.

Category: