
KETIDAKSEMPURNAAN YANG
MEMBAWA RAHMAT
Hari Minggu Biasa XXX
Lukas 18:9-14
Mustahil menambahkan air pada botol yang sudah penuh. Sebaliknya botol kosong bisa diisi dengan mudah tanpa tumpah.
Injil hari ini mengisahkan dua orang yang berbeda. Yang satu bagaikan botol penuh, hidupnya sudah dirasa sempurna, semua kewajiban taurat terpenuhi. Sebaliknya ada pemungut cukai yang merasa tak pantas di hadapan Allah karena dipenuhi dosa. Tuhan membenarkan yang ke dua, karena orang ini menyadari hakikat dirinya sebagai yang tidak sempurna, dan berpasrah pada Allah yang mampu menambahkan apapun dalam hidup manusia.
Tuhan memanggil kita untuk menjadi pribadi rendah hati, yang menyadari bahwa setiap relung hidup kita masih bisa disempurnakan. Berbahagialah orang yang demikian, karena rahmat demi rahmat, besar maupun kecil akan dirasakan, dan ia akan Bahagia karenanya.