Keburukan Harus Diperbaiki dengan Lembut

pexels-chuck-29733

KEBURUKAN HARUS DIPERBAIKI
DENGAN LEMBUT

Hari Biasa
Markus 9:39-50

“Hendaklah kalian selalu mempunyai garam dalam dirimu…” 


Hari ini Tuhan berbicara tegas kepada kita, jika tangan, kaki dan mata kita menyesatkan, maka penggallah dan cungkillah, supaya jangan sampai seluruh tubuh jatuh dalam kebinasaan. Saya merasakan bagaimana ketika kaki mengalami sakit karena luka dan infeksi, maka seluruh tubuh menanggung penderitaan yang sama, karena harus menahan nyeri dan membatasi gerak. 

Dalam Gereja, kita semua ambil bagian dalam satu tubuh yang sama dengan Kristus sebagai kepala, ada yang menjadi kaki, tangan, mulut atau bahkan mungkin kita hanya menjadi bagian terkecil seperti bulu mata, tapi semua bagian dari tubuh sekecil apapun itu memiliki peranan yang penting bagi tubuh itu sendiri, bayangkan jika mata kita tiba-tiba tidak bisa berkedip dalam 10 menit saja. Begitulah kita masing-masing memiliki peran yang sangat penting bagi Gereja dan kita diminta untuk menjaga agar tubuh Gereja ini tetap sehat dan berfungsi dengan baik. Jika kita mengalami sakit karena jatuh dalam dosa, kita harus berusaha untuk bangkit dan memperbaikinya agar tidak mengganggu bagian tubuh yang lain.

St. Vinsensius dalam suratnya kepada Romo Pierre Cabel, pimpinan rumah CM di Sedan tertanggal 1 Mei 1658 mengatakan, “Yesus ternyata memilih sebagai murid-murid-Nya orang-orang kasar yang tidak luput dari kelemahan-kelemahan, supaya dengan demikian Yesus bisa mengamalkan keramahan, kerendahan hati dan kesabaran. Dengan contoh ini Dia menunjukkan bagaimana sebaiknya sikap seorang pemimpin. Saya mohon agar Romo sudi menyesuaikan diri dengan teladan Suci ini, yang sekaligus memberikan dua pelajaran: kesabaran terhadap sesama dan cara membantu melepaskan orang lain dari kekurangan-kekurangannya. Keburukan tidak boleh dibiarkan, tetapi harus diperbaiki dengan lembut.”

Category: