Di Balik Sebuah Kepercayaan

Di Balik Sebuah Kepercayaan

Peringatan St. Sirilus dari Aleksandria
Matius 8:5-17

Seorang perwira di Kapernaum datang kepada Yesus dan meminta Yesus untuk menyembuhkan hambanya yang sakit. Tetapi, perwira itu merasa tidak layak menerima Yesus dalam rumahnya. Yesus pun terheran-heran dengan kekuatan iman dan kerendahan hati dari perwira itu. Kepercayaannya pula kepada Yesus membuat Yesus yakin untuk menolong hamba perwira itu.

 

Kita seringkali begitu sulit untuk memiliki iman seperti perwira itu. Dimana bisa kita lihat bahwa ketika ia sudah berada di jabatan tinggi ia tetap rendah hati. Perwira itu menaruh kepercayaan penuh akan kuasa Tuhan untuk kesembuhan seorang hambanya. Tak hanya itu, kepercayaan ibu mertua Petrus dan orang yang kerasukan setan kepada Yesus, membuat mereka selamat dari maut. Kerap kali kita berdoa meminta apa yang kita inginkan dengan menaruh harapan dan kepercayaan penuh untuk dikabulkan. Tetapi, tidak jarang doa kita penuh dengan hal-hal duniawi untuk kesombongan belaka sehingga mulai lunturlah kepercayaan kita kepada Tuhan ketika semua doa itu tidak ada jawaban.

 

Dalam bacaan injil hari ini, ditegaskan bahwa Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita. Melalui peristiwa berbagai mukjizat dan wafat Kristus, kita diingatkan bahwa kita harus selalu berserah, setia dan percaya kepada Tuhan bahwa Ia tidak jauh dari penderitaan manusia. Ia hadir, menyentuh, menguatkan, dan memberikan harapan bagi setiap orang yang datang kepada-Nya dengan iman.

Category: