Komitmen Untuk Setia

pexels-anastasia-shuraeva-8795797

KOMITMEN UNTUK SETIA

HARI BIASA
Markus 10:1-12

“Apa yang dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia.” 


Kendati Yesus tidak menikah, tetapi Yesus sangat menghormati sebuah perkawinan. Tuhan bahkan menjadikan relasi suami dan istri sebagai gambaran relasi Allah dengan Gereja-Nya.


Ketika saya menghadiri misa untuk merayakan ulang tahun perkawinan ke-50 sepasang pasutri, Romo yang memimpin misa bertanya kepada pasutri tersebut, mengapa bisa bertahan hingga 50 tahun, apakah mereka tidak pernah bertengkar? Lalu pasutri itu menjawab dengan lugas bahwa mereka kerap bertengkar, mempermasalahkan banyak hal mulai dari yang sepele hingga yang berat. Namun mereka tetap bertahan karena melihat perkawinan adalah suci karena di dalamnya bukan hanya penyatuan dua pribadi, tetapi tiga pribadi: suami, istri dan Tuhan. Tuhan adalah setia dan kesetiaan Tuhan inilah yang mengikat perkawinan mereka hingga 50 tahun.


Karena setia menjadi hakikat dari Allah, maka kesetiaan ini jugalah yang harus kita hidupi sebagai seorang yang telah dibaptis, sebagai seorang Vinsensian dalam pelayanan kita kepada mereka yang miskin dan terlantar. Setia bukan sekedar bertahan, setia adalah juga keberanian untuk berkorban dengan sukacita, menanggalkan keegoisan diri dan membiarkan rencana Allah yang terjadi.

Category: