Sabda Allah dan Sikap Hati Manusia

pexels-pixabay-57434

Sabda Allah dan Sikap Hati Manusia

Perayaan Wajib St. Thomas Aquino
Markus 4:1-20

Sabda Allah adalah Firman Allah yang disampaikan kepada manusia (kita) melalui Kitab Suci. Namun, bagaimana manusia menerima Sabda Allah itu sangat bergantung pada sikap hati kita. Bagaimana seharusnya sikap hati kita?

  1. Dengan Hati yang terbuka yang siap menerima Sabda Allah dengan gembira dan sukacita.
  2. Dengan Rendah hati dan mengakui kebutuhan akan Sabda Allah.
  3. Dengan Hati yang taat dan siap melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah dalam sabda-sabdaNya.

Sikap Hati yang Menolak Sabda Allah seperti:

  1. Berkeras hati untuk tidak menerima Sabda Allah.(malas membaca Sabda Allah, sibuk, merasa sia-sia)
  2. Tinggi hati dan tidak mau mengakui kebutuhan akan Sabda Allah.
  3. Hati yang tidak taat dan tidak mau melakukan apa yang diperintahkan oleh Sabda Allah.

Setiap orang yang membiarkan benih sabda Allah tumbuh dalam hatinya akan menghasilkan buah kebaikan dalam hidup dan menjadi saksi bagi Tuhan, akan bertumbuh dalam iman dan berpengetahuan tentang Tuhan, akan disayangi oleh Tuhan dan oleh orang lain serta lingkungan hidupnya.


Sebaliknya jika hati manusia menolak Sabda Allah, maka semangatnya akan menjadi layu, kering, tidak bergairah dan pada akhirnya tidak berbuah, akan terpisah dari Tuhan dan dari komunitas orang yang percaya, dan tidak akan menerima Rahmat keselamatan dari Tuhan. 

Parabel tentang penabur mengajarkan kita bahwa Firman Allah adalah benih yang dapat tumbuh dan berbuah dalam hati manusia. Namun, hal-hal yang dapat menghambat pertumbuhan benih itu, seperti:

– Pengaruh setan, roh jahat yang mengambil Firman dari hati kita

– Kesulitan dan penganiayaan yang membuat kita tidak berdaya

– Kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan yang menghimpit hati kita


Namun, jika kita menerima Firman dengan gembira, maka kita dapat berbuah dan menjadi saksi Tuhan bagi sesama. Semoga hati kita menjadi tanah yang subur bagi sabda Allah.

 

Category:

Tugas dan Cara Hidup sebagai Utusan Tuhan di Ladang Panen

Peringatan Wajib St. Timotius dan Titus
Lukas 10:1-9

Dalam Injil Lukas 10:1-9, Yesus mengutus tujuh puluh dua murid ke ladang panen untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Ia memerintahkan mereka untuk pergi dengan sederhana, tanpa membawa banyak barang, dan untuk mempercayai bahwa Tuhan akan menyediakan semua kebutuhan mereka.

Yesus juga memerintahkan mereka untuk membawa damai sejahtera kepada orang-orang yang mereka temui, dan untuk menyembuhkan orang-orang sakit. Ini menunjukkan bahwa Injil Kerajaan Allah adalah kabar baik yang membawa damai sejahtera dan kesembuhan bagi orang-orang yang percaya.

Sebagai utusan Tuhan di ladang panen, kita mempunyai  tugas dan tanggung jawab yang besar yakni:

  1. Memberitakan Injil Kerajaan Allah kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.
  2. Menyembuhkan orang-orang sakit (fisik, mental, Rohani, sosial) dan melepaskan mereka dari belenggu dosa.
  3. Membawa damai sejahtera kepada orang-orang yang kita jumpai dan mengenalkan Tuhan kepada mereka.
  4. Mengajar dan membimbing orang-orang yang baru percaya untuk menjadi murid-murid Tuhan yang setia.

Bagaimana Cara Hidup kita agar Kerajaan Allah dilihat,  dirasakan dan dialami oleh orang lain di sekitar kita?

  1. Hiduplah dengan sederhana dan tidak pamer dan membawa banyak harta benda, sehingga kita dapat fokus pada tugas kita sebagai utusan Tuhan.
  2. Percaya bahwa Tuhan akan menyediakan kebutuhan kita dan melindungi kita dalam melakukan tugas perutusan kita.
  3. Mengandalkan doa dan meminta bimbingan Roh Kudus dalam melakukan tugas perutusan kita.
  4. Menghargai orang-orang yang kita temui dan memperlakukan mereka dengan kasih dan hormat.
  5. Tetap setia dalam melakukan tugas kita, bahkan jika kita menghadapi kesulitan atau tantangan.

Semuanya itu kita peroleh dengan kekuatan yang kita peroleh dari:

  1. Membaca Alkitab setiap hari untuk mendapatkan bimbingan dan kekuatan dari Tuhan.
  2. Berdoa setiap hari untuk meminta bimbingan dan perlindungan Tuhan.
  3. Bergaul dengan orang-orang yang setia juga dapat menginspirasi dan memotivasi kita dalam melakukan tugas-tugas kita.
  4. Tetap fokus pada tugas kita sebagai utusan Tuhan dan tidak teralihkan oleh hal-hal lain.

Semoga Tuhan memberkati kita dalam tugas perutusan kita masing-masing. Amin

Category: