
SEMUA DIMULAI DARI YANG
KECIL DAN SEDERHANA
Pekan Biasa XVII
Matius 13:31-35
“…tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran lain…”
Hari ini Tuhan menggambarkan Kerajaan Allah dengan sesuatu yang sangat kecil yaitu biji sesawi dan ragi. Dari biji sesawi kita belajar bahwa hal baik sekecil apapun jika ditanam dan dirawat dapat tumbuh besar dan memberi kehidupan bagi yang lain. Begitu juga dengan ragi, dengan bulir-bulirnya yang sangat kecil jika dicampurkan dalam adonan, maka ia akan meresap dan merasuki seluruh adonan hingga adonan bisa mengembang dengan baik.
Dalam hidup keseharian, kerap kita melupakan hal-hal kecil dan sederhana ini. Energi kita habis demi bisa meraih ambisi kita, mencapai hal-hal yang besar dan membuat orang lain berdecak kagum. Fokus dan kerja keras kita untuk mencapai hal-hal yang hebat seringkali membuat kita lupa bahkan untuk sekedar tersenyum dan menyapa orang-orang terdekat kita. Tidak ada yang salah dengan ambisi itu, tapi hari ini kita diingatkan bahwa semua harus dimulai dari sebuah langkah kecil dan sederhana.
St. Vinsensius a Paulo telah mewariskan orang miskin dan semangat “kecil” ini kepada kita, agar kita tumbuh menjadi pribadi yang rendah hati dengan melayani mereka yang paling kecil dan tak berdaya. Hal-hal sederhana seperti semangkuk sup, sepotong roti, sebuah sapaan, senyuman, telinga yang mau mendengarkan, jika diberikan dengan cinta yang penuh bisa menjadi berkat yang menghidupkan dan memberi harapan bagi mereka yang terpinggirkan.
Tuhan memberkati.