
Hukum yang paling utama
Hari Biasa Pekan Prapaskah III
Markus 12:28-34
Orang Yahudi bertanya kepada Yesus manakah hukum yang paling utama, motivasi mereka bertanya sebenarnya bukan untuk memperoleh jawaban dari Yesus saja, tetapi ingin menguji Yesus sekaligus mempermasalahkannya jika Yesus tidak menjawab sesuai dengan keinginan mereka. Sebagai seorang Yahudi Yesus tahu persis bahwa Taurat Musa menjadi salah satu sumber yang tidak boleh dihilangkan. Namun di sisi lain Yesus ingin memberikan jawaban yang lebih lengkap seraya tetap menghormati Hukum Taurat.
Mengapa hal ini penting disampaikan secara turun-temurun? Supaya orang tidak begitu saja menghilangkan Hukum Taurat, lalu mengenakan hukum yang baru, namun Yesus justru memberikan nilai baru dalam hukum yang disebutnya sebagai “Hukum Kasih”. Cara Yesus menyampaikan hukum utama itu sangat sederhana tetapi mendalam yaitu” Cintailah Tuhan Allahmu dengan segenap tenaga, akal, budi dan hatimu dan cintailah sesamamu seperti dirimu sendiri. Disini menunjukkan keunggulan Yesus dalam merangkum seluruh Hukum Taurat menjadi satu kalimat.
Bagaimana cara mewujudkan hukum utama ini, ternyata Yesus menjelaskannya dengan sangat sederhana yaitu dalam Mat 25 “Jika engkau melakukan sesuatu untuk saudaraKu yang paling hina ini (masuk dalam spiritualitas Vinsensius) engkau telah melakukannya untuk Aku”. Jadi singkatnya untuk mencintai Tuhan, cintailah sesamamu yang engkau jumpai sehari hari. Tuhan hadir dalam diri orang miskin dan menderita.