Mewartakan Kemuliaan Allah

pexels-lizhi-liang-734722063-18681609

MEWARTAKAN KEMULIAAN ALLAH

Hari Biasa Pekan Paskah VI
Yohanes 16:12-15

“Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari padaKu.” 

Perjalanan hidup St. Vinsensius sangat menarik dan menjadi contoh konkrit bagi Injil hari ini. Vinsensius muda, dengan semangatnya yang berkobar berusaha meraih ambisinya untuk bisa membantu ekonomi keluarga. Pada masa itu, bagi orang desa seperti Vinsensius, Gereja merupakan sarana normal untuk peningkatan taraf hidup sosial secara cepat. Vinsensius ditahbiskan pada usia yang sangat muda, 19 tahun, oleh seorang Uskup tua di Perigueux tahun 1600. Saat ia sibuk membangun relasi demi mendapatkan kedudukan yang layak, Vinsensius mengalami pengalaman pahit karena dituduh sebagai pencuri. Namun pengalaman ini akhirnya menjadi cara Allah yang menuntun Vinsensius, seorang muda yang sederhana untuk merasakan sakit karena disingkirkan, dicurigai dan dicemooh orang-orang disekitarnya akibat tuduhan yang tidak adil.

Pada peristiwa di Folleville dan Chatillon-les-Dombes Vinsensius berjumpa dengan orang-orang miskin yang menuntutnya bukan hanya sekedar beriba-iba, tetapi melakukan tindakan kasih yang nyata. Saat itu Vinsensius melihat orang miskin bukan sebagai objek belas kasih, tetapi sebagai perwujudan kasih Allah yang mengajarinya untuk mengasihi sesama secara istimewa, apalagi Vinsensius pernah menjadi bagian dari mereka yang miskin dan disingkirkan. Pada fase ini, Vinsensius sudah tidak lagi memikirkan dirinya, tetapi semua yang dilakukannya hanya untuk menyenangkan Allah yang dilihatnya dalam diri mereka terpinggirkan. Melalui proses hidup manusiawi yang dialaminya, Vinsensius akhirnya bisa keluar dari dirinya dan menyerahkan hidupnya pada kehendak dan rencana Allah. Dia mengosongkan dirinya dan membiarkannya dipenuhi dengan Roh Allah sendiri, yaitu Roh Kebenaran dan Roh inilah yang memimpin Vinsensius mewartakan kebenaran, yaitu mewartakan Allah yang hadir dan tinggal dalam diri orang-orang miskin.

Belajar dari pengalaman St. Vinsensius, kita diajak untuk melihat apakah kita aktif membuka diri pada karya Roh Kudus dalam hidup kita atau kita masih memikirkan bagaimana menyenangkan diri sendiri? Karena sesungguhnya semua hal baik yang kita lakukan adalah karya Roh Kudus.

Tuhan memberkati.

Category: