Mendengarkan dan Berdialog dengan Allah

pexels-duc-nguyen-400576574-27690634

Mendengarkan dan Berdialog dengan Allah

Hari Raya St. Petrus dan Paulus, Rasul
Matius 16:13-19

Dalam Injil hari ini, kita menyaksikan dialog yang sangat indah antara Yesus dan para murid-Nya. Yesus bertanya, “Menurut orang, siapakah Anak Manusia itu?” Pertanyaan itu kemudian diarahkan secara pribadi, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Pertanyaan ini bukan hanya ditujukan kepada para murid dua ribu tahun lalu, tetapi juga kepada kita hari ini. Yesus menginginkan relasi yang hidup dan pribadi dengan kita. Simon Petrus menjawab dengan iman: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.” Jawaban ini tidak berasal dari pemikiran manusia biasa, tetapi dari pewahyuan Allah sendiri. Yesus menegaskan bahwa pengenalan sejati akan diri-Nya hanya mungkin terjadi bila kita membuka hati untuk mendengar suara Bapa di surga. 


Sering kali dalam doa, kita berbicara terlalu banyak dan lupa mendengarkan. Doa menjadi monolog, bukan dialog. Kita mengeluh, memohon, berbicara panjang lebar, tetapi tidak memberi ruang untuk Allah menyapa kita. Padahal, seperti yang dikatakan dalam renungan ini, Allah sungguh mendengarkan. Bahkan celotehan kekanak-kanakan kita pun didengar-Nya. Ia peduli. Ia serius mendengarkan kita. Pertanyaannya: apakah kita juga serius mendengarkanNya? Keheningan bisa terasa hampa, bahkan membosankan. Namun dalam keheningan itulah, Allah sering kali hadir dan berbicara. Seperti sabda Tuhan dalam Keluaran 14:14, “
Tuhan akan berperang untuk kamu!” Tuhan bertindak saat kita tenang dan percaya. Ia berjuang bagi kita, bahkan dalam masalah-masalah kecil yang sering kita anggap sepele.


Mengapa kita sering kalah dan gagal dalam hidup? Mungkin karena kita berjalan sendiri, tidak melibatkan Tuhan. Kita merasa mampu dan cukup tanpa-Nya. Kita berbicara kepada diri sendiri dan menyebutnya doa, seperti orang Farisi dalam perumpamaan yang hanya membanggakan diri di hadapan Allah (Luk 18:11-12). Tetapi itu bukanlah doa. Itu hanyalah percakapan egois tanpa arah. Hari ini, mari kita belajar berdiam, mendengarkan, dan berdialog dengan Tuhan. Bukalah Kitab Suci, lihatlah alam, pandanglah wajah sesama di situ Tuhan berbicara. Beranilah masuk dalam keheningan dan hadirkan Yesus di tengahnya. Ia adalah sahabat kita, penuntun kita, Tuhan dan Allah kita. Ia adalah Jalan. Mari berjalan bersama-Nya.

Category: