
JANGAN TAKUT
MENGATAKAN KEBENARAN
Hari Biasa Pekan Prapaskah IV
Yohanes 5:31-47
“Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini supaya kamu diselamatkan.”
Dalam kehidupan kita ada orang yang sering menyebut dan menunjuk dirinya sebagai saksi dalam satu perkara, suatu kejadian, batas tanah dan lain sebagainya. Namun apakah dia benar menjadi saksi kebenaran atau saksi palsu tergantung dari fakta yang sesungguhnya. Ukurannya adalah kebenaran. Oleh karena itu, ada saksi benar dan ada saksi palsu. Seorang saksi palsu tidak mengatakan kebenaran karena mendapatkan tekanan. Saksi palsu akan mencoba menyakinkan dengan bukti-bukti palsu.
Tetapi ada saksi kebenaran, yang dalam situasi apapun mampu berbicara atas nama kebenaran, dimanapun dan kapanpun. Kristus sendiri disebut sebagai Saksi yang benar. KebenaranNya dihidupi karena la bersatu dengan Sang Kebenaran, Allah sendiri. Dalam kesatuan dengan Allah Bapa, Kristus mengerjakan pekerjaan kebaikan, demi keselamatan manusia. Maka pekerjaan Yesus adalah memberi kesaksian dengan hidupNya. Yesus menjadi Saksi yang sebenarnya.
Kita pun dipanggil untuk hidup dalam kebenaran. Hidup dalam kebenaran sebagai orang tua, anak, orang muda, guru, pegawai, pekerja, dll. Marilah kita menjadi saksi Kristus, menjadi perantara antara manusia dan Allah, mewartakan kebenaran dan menjadi jembatan kebaikan Allah dan manusia. Jangan takut menyatakan kebenaran. St. Vinsensius juga menegaskan hal ini “Kalau menyangkut kemuliaan Allah dan keselamatan orang miskin, kita tidak boleh takut untuk mengatakan kebenaran.”
Salam Vinsensian