Dari Keraguan menuju Iman yang Mendalam

pexels-filirovska-4913769

Dari Keraguan menuju
Iman yang mendalam

Pesta Santo Thomas, Rasul
Yohanes 20:24-29

Dalam Injil hari ini, kita mengenal kembali sosok Rasul Thomas murid yang sering disebut “Si Ragu.” Thomas tidak hadir ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid setelah kebangkitan-Nya. Ketika yang lain bersaksi bahwa mereka telah melihat Tuhan, Thomas menolak percaya kecuali ia sendiri melihat dan menyentuh luka-luka Yesus. Delapan hari kemudian, Yesus dengan penuh kasih hadir kembali, dan secara pribadi menjawab keraguan Thomas. Saat itulah Thomas berseru dengan penuh iman, “Ya Tuhanku dan Allahku!”. Peristiwa ini menyampaikan pesan mendalam bagi kita: keraguan bukanlah akhir dari iman, tetapi bisa menjadi jalan menuju iman yang lebih dalam. Yesus tidak mencela Thomas karena meragukan, tetapi justru mengundangnya untuk mengalami secara pribadi kasih dan kuasa kebangkitan-Nya. Dalam kelemahan Thomas, kasih Allah justru bersinar dengan jelas.


Sering kali dalam hidup ini, kita pun mengalami keraguan entah karena pergumulan hidup, kehilangan, atau doa-doa yang belum terjawab. Tetapi Tuhan tidak menjauh dari kita. Sebaliknya, Ia mendekat, hadir dalam luka-luka kita, dan mengundang kita untuk percaya.
“Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya,” kata Yesus. Ini adalah ajakan bagi kita untuk mempercayai-Nya, bahkan saat bukti tampaknya tidak nyata di depan mata. Tradisi Gereja meyakini bahwa Rasul Thomas melanjutkan perutusannya dengan mewartakan Injil hingga ke India, dan menaburkan benih iman di tanah yang jauh dari Yerusalem. Ini menunjukkan transformasi luar biasa dari seorang yang pernah ragu menjadi pewarta yang tangguh dan penuh keberanian. Hari ini, kita diajak untuk meneladani Thomas tidak dengan malu akan keraguan, tetapi dengan keberanian untuk mencari Tuhan di dalamnya. Biarlah doa sederhana namun penuh makna dari St. Thomas menjadi seruan hati kita hari ini: “Yesus, Tuhanku dan Allahku.”

Category: