Kekuatan Doa

Flaming candles like small bulbs

Kekuatan Doa

Hari Biasa Pekan Paskah VII
Yohanes 17:1-11a

Sebelum berpisah dengan para murid, Yesus mengambil waktu untuk berdoa kepada Bapa-Nya. Yesus ingin menyampaikan kepada para murid-Nya bahwa berdoa penting . Yesus tidak hanya berdoa melalui kata-kata, tetapi membangun keakraban yang intim/satu-kesatuan dengan Bapa. Di dalam doa-Nya, Yesus menceritakan pengalaman bersama dengan murid, bagaikan anak yang menceritakan pengalaman bermainnya kepada ayahnya. Dalam doa-Nya, Yesus juga mempersembahkan apa yang sudah dilakukan di dunia ini. ”Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku” (ay. 4). Yesus juga turut mendoakan para murid yang akan ditinggalkan agar tetap selalu diberkati, sebagaimana hubungan antara Yesus dengan Bapa, begitu juga hubungan antara Bapa dengan para Murid. Seyogyanya, demikian hubungan personal kita dengan Yesus, memiliki kedekatan yang melekat, tidak terpisahkan dan menyatu lebih dalam. 


Saudara-saudari yang terkasih, mungkin kita bertanya-tanya kenapa Yesus berdoa? Apakah Yesus tidak sungguh Tuhan sehingga Dia harus berdoa? Hidup Yesus adalah ajaran itu sendiri. Apa yang dilakukan Yesus tidak pernah salah, termasuk berdoa kepada Bapa. Yesus ingin mengajarkan kepada murid untuk membangun kedekatan hati dengan Bapa melalui berdoa. Berdoa tidak hanya rangkaian kata-kata indah, tetapi sungguh berdoa dari hati yang tulus. Berdoalah bukan kepada Tuhan yang jauh, tetapi sungguh merasakan kehadiran Tuhan yang ada di hati kita. Seperti pesan Paus Fransiskus , ”Tolong jangan berdoa seperti burung Beo! Jangan berdoa seperti “bla bla bla! Katakan ‘Tuhan’ tapi ucapkan dengan hatimu, ‘tolong aku Tuhan’ ‘aku mencintai-Mu, Tuhan’… berdoa, ”Bapa, Engkaulah Bapaku”.


Sebagai bahan permenungan kita, kita bisa bertanya pada diri kita, bagaimana pengalaman kita selama ini dalam berdoa kepada Allah? Adakah kita merasakan kedekatan yang intim denganNya? Ataukah berdoa saat mengalami penderitaan yang isi doanya adalah memohon dan memohon, lupa bersyukur ataukah berdoa saat mengalami keberhasilan. Umat Allah yang terkasih, sebagai Katolik yang sejati yang percaya kepada Kristus dan dipersatukan dalam satu Baptisan, mari kita memposisikan doa doa kita pada situasi apapun. Dalam doa akan mengajak kita untuk semakin mengenal dekat siapa Allah dalam hidup kita.

Category: