Allah Tinggal di Dalam Kita

pexels-konstantin-19585549

Allah Tinggal di Dalam Kita

Pesta St. Filipus & Yakobus, Rasul
Yohanes 14:6-14

“Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku…?” 

Sebagai seorang vinsensian kita pasti tahu bahwa yang menjadi pendasaran dari pengajaran St. Vinsensius a Paulo adalah Allah yang hadir dalam diri orang miskin. Tapi sadarkah kita bahwa orang miskin bukan hanya mereka yang tidak punya pekerjaan, tidak punya rumah, tidak memiliki sesuatu pun untuk dimakan. Kemiskinan tidak dibatasi hanya pada hal-hal yang bersifat materi, tetapi sangat luas dan sesungguhnya setiap dari kita adalah orang miskin dan sekaligus orang kaya. Kita bisa jadi termasuk orang yang sangat berkecukupan dalam hal materi, tetapi kita miskin perhatian, miskin cinta, merasa sendirian, tidak bisa mengontrol emosi, tidak memiliki prinsip hidup yang jelas dan masih banyak lagi. Atau sebaliknya, dari sekian banyak orang miskin yang kita jumpai dan kita bantu bisa jadi mereka memiliki kekayaan lain seperti kesabaran, selalu bersyukur, murah hati, selalu menyapa, murah senyum dan lain sebagainya.

Oleh karenanya, ketika St. Vinsensius mengatakan tentang Allah yang hadir dalam diri orang miskin, maka Allah yang sama juga hadir dan tinggal dalam diri kita. Ketika St. Vinsensius mengatakan bahwa orang miskin adalah Guru dan Majikan kita, maka sesungguhnya kita semua adalah Guru satu bagi yang lain dan Majikan satu bagi yang lain. Itulah mengapa kita diminta untuk bisa hadir sebagai saudara satu bagi yang lain dengan semangat saling, saling melayani, saling belajar, saling berbagi, saling mengasihi. Praktik-praktik cinta kasih inilah yang menjadi tanda bahwa kita adalah orang-orang yang percaya pada Tuhan karena kita juga melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti yang Tuhan lakukan.

Category: