Bertobat dengan Kain Kabung dan Abu

pexels-sebastian-566641

Bertobat dengan
Kain Kabung dan Abu

Peringatan Bt. Josef Mayr-Nusser, SSVP
Orang Kudus Vinsensian
Lukas 10:13-16

Pernahkah kita duduk dengan kain kabung dan abu? Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan indikasi yang jelas bahwa melakukannya adalah tanda kudus untuk menanggapi seruan-Nya. Dia menyatakan bahwa kota-kota Tirus dan Sidon pasti akan duduk dengan kain kabung dan abu jika mereka mendapat hak istimewa untuk menyaksikan perbuatan besar yang dilakukan di kota-kota Khorazim dan Betsaida. Bagaimana kita bisa duduk dengan kain kabung dan abu pada saat ini? Tindakan praktis apa yang dapat kita ambil untuk secara terbuka menyatakan keinginan kita untuk berbalik dari dosa dan percaya pada Injil?


Pertama-tama, untuk menjawab pertanyaan ini dengan benar, penting untuk mengenali fakta bahwa berpaling dari dosa tidak hanya harus menjadi tindakan pribadi dan batiniah, tetapi juga harus bersifat eksternal dan nyata untuk dilihat orang lain. Dosa tidak hanya merugikan kita secara individu, tetapi juga merusak orang lain dalam berbagai tingkatan. Oleh karena itu, jika dosa kita telah membahayakan orang lain, penting untuk menyadari bahwa kita tidak hanya perlu bertobat kepada Tuhan tetapi kita juga harus bertobat sedemikian rupa sehingga orang lain melihat pertobatan dan penyesalan kita.


Jadi bagaimana kita bisa bertobat dengan kain kabung dan abu saat ini? Ada banyak cara untuk melakukan ini. Kualitas esensial yang ada dalam tindakan semacam itu adalah bahwa jelas bagi orang lain bahwa kita menyesal atas dosa kita dan bahwa kita mencoba untuk berubah. Jika dosa yang telah kita lakukan terhadap orang lain adalah besar, maka pertobatan batin kita harus sesuai dengan keseriusan dosa kita, dan bentuk eksternal dari pertobatan itu juga harus diukur.

Category: