
Kasih yang Menyelamatkan
Peringatan Wajib St. Gregorius Agung
Lukas 4:38-44
Dalam Injil hari ini, kita melihat Yesus datang ke rumah Simon dan menyembuhkan ibu mertuanya yang sedang sakit demam. Tidak hanya itu, ketika matahari terbenam, banyak orang membawa orang-orang sakit dan kerasukan setan datang kepada-Nya dan Ia menyembuhkan mereka semua. Di tengah kesibukan dan kebutuhan yang tak henti-hentinya, Yesus tetap memberi diri-Nya tanpa pamrih.
Namun, yang menarik adalah ketika orang banyak ingin menahan-Nya supaya Ia tinggal di tempat itu, Yesus justru berkata bahwa Ia harus pergi ke kota-kota lain untuk memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Allah. Yesus tahu misiNya, bukan hanya untuk satu tempat atau kelompok tertentu, tetapi untuk semua orang.
Dari Injil hari ini kita belajar bahwa pelayanan yang sejati lahir dari kasih dan bukan untuk mencari pujian atau kenyamanan. Selain itu kita juga dipanggil untuk terus setia pada misi yang Tuhan percayakan, meski terkadang kita harus meninggalkan relasi yang sudah nyaman.
Marilah kita terus meneladani Yesus yang selalu membuka hati untuk melayani siapapun yang membutuhkan, dan tetap setia berjalan sesuai panggilan hidup kita, tanpa terhenti oleh godaan untuk tinggal di zona nyaman. Karena untuk itulah kita dipanggil. Santo Vinsensius menyampaikan: “Kalau kasih tinggal dalam satu jiwa, pasti kasih itu akan menjiwai seluruh kemampuannya; kasih itu adalah api yang senantiasa menggerakkan orang yang sudah dijiwai oleh api ini akan terus menerus didorong dan digiatkan.” (DBS,279-4 Agustus 1655). Selamat merenungkan.