Kerajaan Allah Bertumbuh dalam Keheningan Jiwa dan Iman yang Kuat

pexels-vidalbalielojrfotografia-4058143

Kerajaan Allah Bertumbuh
dalam Keheningan Jiwa dan
Iman yang Kuat

Hari Kamis Pekan Biasa III
Markus 4:26-34

“Yesus berkata: ‘Kerajaan Allah itu seperti biji sesawi yang ditabur di tanah. Biji itu adalah yang paling kecil di antara semua benih di bumi, tetapi setelah ditabur, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada sayuran yang lain, dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat berteduh di bawah naungannya.'” (Markus 4:26-32)


Apa artinya Kerajaan Allah bertumbuh dalam keheningan jiwa dan iman yang kuat?

Kerajaan Allah bertumbuh dalam keheningan jiwa dan iman yang kuat berarti bahwa Kerajaan Allah tidak tumbuh dengan kekuatan manusia, tetapi dengan kekuatan Tuhan yang bekerja dalam keheningan. Iman yang kuat dan keheningan jiwa memungkinkan Tuhan untuk bekerja dan membuat Kerajaan-Nya bertumbuh.

 

Bagaimana kita dapat memiliki iman yang kuat dan keheningan jiwa?

  1. Dengan berdoa adalah cara untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan menguatkan iman kita.
  2. Dengan membaca Kitab Suci membantu kita memahami kehendak Tuhan dan menguatkan iman kita.
  3. Dengan memiliki komunitas yang mendukung: Bergabung dengan komunitas yang mendukung dan memotivasi kita dapat membantu kita menguatkan iman kita.
  4. Dengan memiliki kesabaran sebagai kunci untuk memiliki iman yang kuat dan keheningan jiwa.

Apa yang akan terjadi jika kita memiliki iman yang kuat dan keheningan jiwa?

  1. Kerajaan Allah akan bertumbuh dalam hidup kita dan kita akan melihat hasilnya.
  2. Kita akan menjadi saksi bagi Tuhan dan membagikan kasih-Nya kepada orang lain.
  3. Kita akan memiliki kedamaian dan sukacita dalam hidup kita karena kita tahu bahwa Tuhan sedang bekerja dalam diri kita.

Semoga hidup kita selalu menjadi tempat yang subur bagi bertumbuhnya Kerajaan Allah.

Category:

Tugas dan Cara Hidup sebagai Utusan Tuhan di Ladang Panen

Peringatan Wajib St. Timotius dan Titus
Lukas 10:1-9

Dalam Injil Lukas 10:1-9, Yesus mengutus tujuh puluh dua murid ke ladang panen untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Ia memerintahkan mereka untuk pergi dengan sederhana, tanpa membawa banyak barang, dan untuk mempercayai bahwa Tuhan akan menyediakan semua kebutuhan mereka.

Yesus juga memerintahkan mereka untuk membawa damai sejahtera kepada orang-orang yang mereka temui, dan untuk menyembuhkan orang-orang sakit. Ini menunjukkan bahwa Injil Kerajaan Allah adalah kabar baik yang membawa damai sejahtera dan kesembuhan bagi orang-orang yang percaya.

Sebagai utusan Tuhan di ladang panen, kita mempunyai  tugas dan tanggung jawab yang besar yakni:

  1. Memberitakan Injil Kerajaan Allah kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.
  2. Menyembuhkan orang-orang sakit (fisik, mental, Rohani, sosial) dan melepaskan mereka dari belenggu dosa.
  3. Membawa damai sejahtera kepada orang-orang yang kita jumpai dan mengenalkan Tuhan kepada mereka.
  4. Mengajar dan membimbing orang-orang yang baru percaya untuk menjadi murid-murid Tuhan yang setia.

Bagaimana Cara Hidup kita agar Kerajaan Allah dilihat,  dirasakan dan dialami oleh orang lain di sekitar kita?

  1. Hiduplah dengan sederhana dan tidak pamer dan membawa banyak harta benda, sehingga kita dapat fokus pada tugas kita sebagai utusan Tuhan.
  2. Percaya bahwa Tuhan akan menyediakan kebutuhan kita dan melindungi kita dalam melakukan tugas perutusan kita.
  3. Mengandalkan doa dan meminta bimbingan Roh Kudus dalam melakukan tugas perutusan kita.
  4. Menghargai orang-orang yang kita temui dan memperlakukan mereka dengan kasih dan hormat.
  5. Tetap setia dalam melakukan tugas kita, bahkan jika kita menghadapi kesulitan atau tantangan.

Semuanya itu kita peroleh dengan kekuatan yang kita peroleh dari:

  1. Membaca Alkitab setiap hari untuk mendapatkan bimbingan dan kekuatan dari Tuhan.
  2. Berdoa setiap hari untuk meminta bimbingan dan perlindungan Tuhan.
  3. Bergaul dengan orang-orang yang setia juga dapat menginspirasi dan memotivasi kita dalam melakukan tugas-tugas kita.
  4. Tetap fokus pada tugas kita sebagai utusan Tuhan dan tidak teralihkan oleh hal-hal lain.

Semoga Tuhan memberkati kita dalam tugas perutusan kita masing-masing. Amin

Category: