Kasih dan Pengampunan

pexels-cottonbro-7520345

Kasih dan Pengampunan

Hari Minggu Prapaskah IV
Lukas 15:1-3, 11-32

Sahabat Vinsensian yang terkasih


Perumpamaan ini menceritakan tentang seorang bapa yang memiliki dua orang anak. Anaknya yang bungsu meminta harta warisan yang menjadi bagiannya kepada bapanya yang seharusnya diterima ketika bapanya telah meninggal. Warisan yang diterima dijual dan pergi ke negeri jauh serta berfoya-foya. Akibatnya adalah uang habis dan menderita. Ada sikap penyesalan dan ingin kembali namun ia takut tidak diterima. Namun, ternyata ayahnya menerimanya bahkan berlari dengan gembira menyambutnya, dan mengadakan pesta yang besar, ia berkata “Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.” berbeda dengan sikap anak sulung, ia tidak bisa menerima saudaranya kembali, ia marah, membenci, menolak masuk kedalam rumah, ia sulit mengampuni saudaranya.


Kisah injil hari ini sangat dekat dengan pengalaman hidup kita sehari-hari terutama dalam hidup berkeluarga, komunitas dan gereja. Sebagai manusia kita tidak pernah lepas dari pengalaman jatuh kedalam kesalahan atau dosa. Dua karakter anak yang hilang dalam injil menunjukkan dua karakter orang yang jatuh dalam dosa. Si bungsu gambaran orang berdosa namun ada sikap penyesalan dan mau kembali ke rumah ayahnya, sedangkan si sulung gambaran pribadi yang tidak bisa menerima kembali saudaranya yang jatuh dalam dosa. Sering sekali dalam hidup keluarga, komunitas dan gereja kita mengalami dua karakter. Namun yang menjadi pertanyaan bagi kita, ketika kita jatuh dalam dosa apakah kita berani untuk mengubah diri, menyesal dan bertobat? Dan sebaliknya ketika orang lain yang berdosa dan berusaha untuk kembali ke jalan yang benar apakah kita dapat menerima dengan tangan terbuka? Atau kita marah, membenci, menggunjingkan dan menyisihkannya?


Kasih dan pengampunan Allah Bapa selalu terbuka bagi orang yang mau kembali kepada-Nya. Ia adalah Bapa yang selalu menunjukkan kasih dan pengampunannya kepada kita. Paus Fransiskus berkata: “Kasih dan pengampunan adalah jantung Injil. Jika kita tidak tahu bagaimana mengasihi dan mengampuni, kita belum memahami Yesus.” Tuhan mengampuni kita bukan karena kita layak, tetapi karena kasih-Nya yang tak terbatas. Begitu pula kita, dipanggil untuk mengasihi dan mengampuni tanpa batas.


Salam Vinsensian.

Category: