Sukacita di Balik Duka

pexels-tara-winstead-8383664

Sukacita di Balik Duka

Hari Biasa Pekan Paskah VI
Yohanes 16:20-23

Sebuah surat St. Vinsensius tertanggal 9 September 1660 (delapan belas hari sebelum Vinsensius wafat), menggambarkan bagaimana Vinsensius menceritakan adanya gangguan “kecil” pada kesehatannya. St. Vinsensius selalu menyebut karya dan pencapaian karya kasihnya dengan istilah “kecil”, Serikat “kecil”, Peraturan “kecil”, termasuk gangguan kesehatan yang mengantarkan dia pada kematian. Semangat ini merupakan suatu sikap kerendahan hati yang sangat dicintai oleh St. Vinsensius. Semangat yang demikian membuat St. Vinsensius juga mampu melihat bahwa sukacita yang dialaminya tidak terlepas dari sikap penerimaan akan segala kesulitan yang pernah terjadi. 


Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan para murid yaitu kita untuk menyadari bahwa segala sukacita akan terjadi apabila kita mampu melewati segala pengalaman sakit. Kesadaran ini mampu dilewati saat kita tahu bahwa sikap kerendahan hati patut dihayati sepanjang hidup kita. Sikap melihat segala pencapaian kita adalah “kecil” mengarahkan kita pada semangat hidup bahwa Tuhan yang mendatangkan sukacita atas seluruh hidup kita. Segala hal yang kita lewati merupakan campur tangan Tuhan.


Kristus yang bangkit dan naik ke surga meninggalkan warisan sikap rohani kita bahwa Dia menghendaki untuk selalu berserah dan berpegang pada Allah, kendati mengalami pengalaman sakit. Dengan cara ini, kita mampu memupuk semangat kerendahan hati ini dan menghayati bahwa di setiap sukacita kita sebagai pengikut Kristus, ada Tuhan yang hadir dalam semua pengalaman kita, terutama setiap duka yang kita alami. Kepergian Yesus ke surga menjadi suatu penghiburan bagi kita karena ada sukacita yang kita terima dari Allah melalui Roh Kudus yang menemani kita sepanjang hidup.

Category: