
Memeluk Salib Kita
Peringatan Wajib St.Heronimus
Lukas 9:51-56
Tidak lama setelah Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya tentang penderitaan, kematian dan kebangkitan-Nya yang akan datang, Yesus “dengan tegas bertekad untuk melakukan perjalanan ke Yerusalem.” Ada banyak hal yang perlu direnungkan dalam pernyataan singkat itu. Pertama-tama, Yerusalem adalah tempat Bait Suci di mana pengorbanan hewan dari Perjanjian Lama berlangsung sebagai prefigurasi dari pengorbanan yang satu dan terakhir yang akan datang. Yesus datang ke dunia ini sebagai Anak Domba Allah, Korban persembahan yang akan mati untuk dosa-dosa kita. Dia tahu saat terakhir-Nya di dunia ini, dan Dia tahu itu akan membutuhkan banyak penderitaan. Pengetahuan tentang penderitaan-Nya di masa depan ini adalah konteks dasar dari perikop ini hari ini. Alasan lain Yesus menjadi teguh dalam tekad-Nya untuk melakukan perjalanan ke Yerusalem adalah untuk menunjukkan kasih-Nya kepada murid-murid-Nya. Hal ini membutuhkan keberanian. Jadi, ketika para murid mendengarkan Yesus berbicara tentang apa yang akan datang di Yerusalem dan ketika mereka menyaksikan tekad-Nya yang tak tergoyahkan, mereka juga didorong dan dikuatkan untuk mengatasi godaan untuk takut. Tentu saja, mereka hanya menyempurnakan keberanian itu di kemudian hari ketika mereka juga mengikuti jejak Tuhan, menyerahkan hidup mereka sendiri sebagai martir.
Mari kita merenungkan tentang apa yang menyebabkan ketakutan dan kecemasan dalam hidup kita sendiri. Jika penderitaan itu adalah buatan kita sendiri, maka berusahalah untuk memperbaikinya. Tetapi jika penderitaan itu adalah salib yang Tuhan berikan kepada kita untuk dipeluk dengan kasih, maka lakukanlah dengan pengorbanan dan dengan banyak tekad. Jangan takut dengan beratnya salib yang diberikan kepada kita dalam hidup. Salib yang kita ambil untuk dipeluk selalu dapat diubah menjadi kasih karunia. Biarkan keberanian tumbuh di dalam diri kita dan izinkan kesaksian Tuhan kita untuk mendorong kita sewaktu kita berusaha untuk meniru kasih pengorbanan-Nya.