
Hidup membutuhkan Proses
HARI BIASA
Markus 4:26-34
Saudara dan saudari yang dikasihi Tuhan
Bacaan Injil pada hari ini berbicara tentang pengajaran Tuhan Yesus perihal Kerajaan Allah. Kerajaan Allah seumpama biji sesawi yang kecil. Hal ini menyadarkan kita akan makna ketekunan dan akhirnya bisa mendatangkan berkat bagi yang lain, seperti tumbuhnya biji sesawi yang kecil. Yesus menggunakan perumpamaan biji sesawi tujuannya adalah agar mudah dipahami orang pada waktu itu dan masa kini. Orang Yahudi sangat memahami biji sesawi sebagai biji yang paling kecil dari segala biji, namun ketika biji sesawi tumbuh besar akan bermanfaat.
Kecil sering diartikan sebagai Sesuatu yang tidak berarti apa-apa atau tidak penting. Kecil sering disamakan atau diartikan dengan lemah. Kecil sering menjadi simbol ketidakberdayaan. Kecil dijadikan sebagai ketiadaan harapan. Dari apa yang disampaikan oleh Yesus melalui perumpamaan ini mengatakan kepada kita memulai dari hal yang kecil sampai menjadi hal yang besar. Sesuatu yang kecil bisa memberi pengaruh yang besar. Didalam memahami Kerajaan Sorga harus dimulai dengan yang sederhana atau kecil dan juga butuh proses dalam perkembangannya. Sama halnya tentang benih sesawi ini yang memiliki proses dalam pertumbuhannya sehingga menjadi besar. Untuk tumbuh memerlukan tanah yang baik, sinar matahari yang cukup, air yang cukup dan banyak hal lain yang dibutuhkan untuk tumbuh.
Dalam kehidupan sehari-hari tak jarang kita manusia justru menghindari untuk tekun melakukan hal-hal kecil. Maunya serba cepat, instan. Allah justru memulai dari hal yang kecil dan sederhana. Allah mengedepankan sebuah proses. Allah memulai karya-Nya dalam hidup kita dari hal-hal yang kecil. Vinsensius selama hidupnya, dia ingin mencari perlindungan di tengah-tengah hal kecil. Vinsensius melakukan meditasi selama satu jam dan mempersembahkan Misa serta membaca bagian ibadat harian disebut doa-doa saya yang kecil. Karya serta kegiatan yang dilakukannya mendapat sebutan yang sama pelayanan-pelayanan yang kecil. Oleh karena itu, marilah kita belajar melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar kepada Tuhan. Berkat Tuhan menyertai kita. Amin