Marilah dan Kamu Akan Melihatnya

49TAB

Marilah dan kamu akan melihatnya

Masa Natal
Yohanes 1: 35 – 42

Saya pernah mendengar celetukan seseorang saat melihat orang yang meminta-minta di jalanan sebagai pengemis, dengan mengatakan, “Ah, mereka itu pemalas yang tidak mau bekerja”. Hal ini mengingatkan saya pada memori sebagai seorang novis lima belas tahun yang lalu. Waktu itu, saya berteman dengan beberapa kelompok pengemis yang setiap hari berada di perempatan jalan untuk meminta-minta dan mengemis. Suatu ketika saya diajak ke rumah mereka. Ajakan disambut baik oleh saya karena saya ingin lebih mengetahui keadaan hidup mereka dan rumah mereka. Dengan tahu kondisi mereka, saya mengenal mereka dan tidak menilai apa yang mereka lakukan dengan meminta-minta sebagai sesuatu yang malas. Ada istilah “Don’t judge a book by its cover.”

 

Yohanes Pembaptis mengenal Yesus dan dia memperkenalkan Yesus kepada kedua muridnya. Cara yang istimewa ditunjukkan oleh Yesus yaitu dengan bertanya, “Apakah yang kamu cari? Marilah dan lihatlah. Yesus pertama-tama mengenalkan Diri-Nya dan mengajak para murid Yohanes untuk mengenalnya. Sampai pada akhirnya, murid-murid Yohanes mengakui Yesus sebagai “Rabi” (Guru), menunjukkan kesadaran akan kehadiran Tuhan. Mereka mengikuti Yesus dan menjadi murid-Nya. Mereka meninggalkan Yohanes untuk mengikuti Yesus, menunjukkan pertobatan dan komitmen untuk mengikuti Tuhan. Mereka mengajak kita untuk senantiasa mendengarkan panggilan Tuhan dalam hidup.

 

Cara kita mengenal Tuhan tidak lagi hanya melalui spekulasi-spekulasi teoritis yang ada dalam benak kita. Tuhan menunjukkan secara konkret melalui tempat tinggal-Nya. Artinya tempat di mana Tuhan berada dan itu melekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Menanggapi pengenalan akan panggilan Tuhan juga demikian, yaitu dalam kehidupan sehari-hari kita. Sebagaimana nasehat St. Vinsensius kepada para suster Puteri kasih, bahwa lorong-lorong biaramu adalah jalan-jalan kecil yang dipenuhi oleh orang miskin. Di sanalah Tuhan tinggal dan kita diundang untuk datang ke sana untuk berjumpa dengan Tuhan. Yakinlah bahwa panggilan Tuhan semakin nyata untuk hidup kita apabila kita hadir di tengah penderitaan dan jeritan orang miskin.

Category: